Minggu, 5 April 2026

Disperindag dan Pertamina Tarik Tabung Gas Melon dari Pengecer

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan PT Pertamina kembali melakukan penarikan tabung elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon dari pengecer.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti masih maraknya penjualan secara eceran gas bersubsidi yang semestinya dijual langsung dari pangkalan ke masyarakat.

Kali ini, fokus kegiatan dilakukan di Batam Kota. Untuk diketahui, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg telah ditetapkan pemerintah Rp 18 ribu per tabung. Namun, oleh pengecer, gas melon dijual Rp 20 ribu hingga Rp 27 ribu per tabung.

”Kami sempat pantau dulu sebelum menindak, kami dapati kok ramai lagi yang jualan seperti ini (gas melon eceran, red),” kata Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, Kamis (13/2/2020).

Menurut dia, keluhan masyarakat yang mereka tampung yakni gas melon di pangkalan cepat habis. Sementara di pengecer, cukup mudah ditemui.

”Kami tegaskan jika pangkalan atau agen yang bermain, kami akan tindak. Keadaan ini tidak mungkin tak diketahui oleh pangkalan,” imbuhnya.

Sebenarnya bukan kali ini saja, tim turun melakukan tindakan. Hal serupa juga dilakukan pada akhir November 2019 lalu dan tim menyita ratusan tabung dari pengecer.

Sayangnya, penindakan ini seolah tak dihiraukan, penjualan eceran kembali marak.

”Pangkalan-pangkalan akan kami panggil lagi,” tambah dia.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan PT Pertamina kembali melakukan penarikan tabung elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon dari pengecer. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sementara itu, saat penarikan gas melon di sekitar kawasan Mega Legenda, Batam Kota, tim sempat diprotes pengecer. Seorang pengecer bahkan mengeluhkan penindakan yang berulang kali dilakukan.

”Dulu tabung saya diambil, ini diambil lagi. Macam tak ada yang lain saja,” ucap seorang pengecer.

Saking kesalnya, dia membanting tabung gas yang ia jual. Tidak hanya itu, warga juga sempat mengeluhkan langsung kepada tim tentang beberapa pangkalan yang kerap kosong gas melon.

Seorang warga yang tak mau namanya dikorankan mengatakan, penindakan yang dilakukan tim tidak akan pernah berbuah hasil karena yang ditindak hanya pengecer bukan pangkalan.

”Kami cari di pangkalan kosong. Ini namanya berantas daunnya, tapi akarnya tidak,” katanya

“Bilang pangkalan, jangan jual ke pengecer, semua sini pengecer semua, kami cukup terbantu dengan pengecer karena pangkalan kosong,” ujarnya lagi.

Tim dari Checker Elpiji Pertamina Batam, Agus Madi, menerangkan, penindakan ini merupakan bagian dari tindak lanjut yang disampaikan masyarakat.

Menurut dia, pangkalan sering kehabisan stok gas melon karena penjualan tidak langsung ke masyarakat, melainkan ke pengecer.

”Kalau ibu punya informasi pangkalan mana yang seperti itu, sampaikan ke kami. Kami akan tindak,” kata Agus saat berdialog dengan warga tersebut.

Namun, warga lantas berpaling, sembari menyebutkan bukan rahasia umum semua pangkalan menjual gas ke pengecer.

Kepada wartawan, Agus mengatakan, bersama Disperindag, pihaknya akan menelusuri pangkalan yang nakal.

Belum lama ini, pihaknya telah memberikan sanksi pada lima pangkalan di Batuaji yakni pengurangan suplai, yang dikurangi pada pangkalan terkait dan dialihkan ke pangkalan terdekat agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu.

”Kepada pengecer, mereka dapat suplai dari pangkalan mana. Sanksinya (bagi pangkalan yang nakal) minimal skorsing satu bulan hingga penutupan,” pungkasnya.(iza)

Update