batampos.co.id – Taiwan sangat berharap agar Batam dapat menambah insentif di bidang investasi serta mempermudah birokrasi perizinan.

Setelah perusahaan ternama asal negara pecahan Tiongkok tersebut, Pegatron berinvestasi di Batam tahun lalu, maka menjadi langkah awal yang baik bagi perusahaan lainnya untuk menyusul berinvestasi di Batam.

Secretary Economic Division dari Taipei Economic and Trade Office (TETO), Kenward Tsai, mengatakan, bahwa dalam 20 tahun ke depan perusahaan-perusahaan yang ada di Taiwan akan melihat Indonesia lokasi yang tepat untuk ekspansi usaha.

“Sejauh ini terdapat dua puluh ribu orang Taiwan dan dua ribu perusahaan Taiwan yang terdaftar di Indonesia,” ujar Kenward, Kamis (13/2/2020).

Sementara, First Secretary Economic Division TETO, Chris Chen, mendukung Badan Pengusahaan (BP) Batam agar mengunjungi Taiwan agar bisa bertemu langsung dengan investor disana.

Chen berpendapat lokasi Batam sangat strategis dengan status kawasan perdagangan bebas.

Kepala Biro Humas, Protokol dan Promosi BP Batam, Dendi Gustinandar saat berkunjung ke Taiwan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Indonesian Economic and Trade Office (IETO) untuk Taiwan yang telah membawa 15 delegasi bisnis pada Agustus lalu untuk melihat kesempatan berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas Batam.

“Kami (TETO) juga akan segera berkunjung ke Batam untuk melihat langsung perkembangan investasi di Batam, sehingga nantinya dapat menyampaikan pada pengusaha Taiwan yang ingin melakukan ekspansi di Indonesia,” paparnya.

Sedangkan Kepala Biro Humas, Protokol dan Promosi BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan bahwa Taiwan dan BP Batam perlu membangun hubungan baik di bidang investasi dan perdagangan yang berkelanjutan.

Hal ini menurutnya, dikarenakan banyak perusahaan Taiwan yang ingin melakukan ekspansi di Batam. Salah satunya Pegatron yang telah beroperasi di kawasan industri Batamindo.

Pegatron terdaftar sebagai perusahaan yang bergerak di bidang smart home TV, dengan total investasi awal sebesar 40 juta USD.

Pegatron yang telah beroperasi di Batam, tambah Dendi, mampu menarik banyak perusahaan Taiwan dan China untuk melihat kesempatan berinvestasi di Batam, terutama dengan supply chainnya.

“Koordinasi yang baik harus dilakukan untuk memudahkan pertukaran informasi bagi para investor Taiwan yang ingin berinvestasi,” jelasnya.

“Batam telah sangat siap dengan sumber daya manusia dan infrastruktur yang andal. Didukung suplai air dan listrik yang masih banyak untuk menopang investasi baru,” kata Dendi lagi.

Bahkan pihaknya memliki rencana untuk mengadakan pertemuan bisnis dengan mengundang calon investor Taiwan melalui TETO, TAITRA (Taiwan Trade Centre) maupun perwakilan Taiwan yang berada di BKPM.(leo)