batampos.co.id – Nasib BN, 19, warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, belum dapat dipastikan positif atau tidak suspect virus korona. Alasannya, pihak RSUD Magretti Saumlaki, Maluku, masih menunggu sejumlah alat untuk memastikan spesimen pasien terjangkit COVID-19.

Untuk itu, BN yang baru kembali dari Malaysia itu dikarantina di gedung khusus RSUD Magretti Saumlaki. Proses karantina itu berlangsung 14 hari. Tidak hanya pasien yang dikarantina. Rumah keluarganya pun di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan dikarantina.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa mengatakan, sambil menunggu pengiriman spesimen dan kepastian diagnosa, ada sejumlah langkah yang telah dilakukan. Yakni dilakukan karantina gedung tempat BN dirawat. Karantina juga dilakukan untuk rumah keluarga BN yang beralamat di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan.

“Sementara untuk proses karantina rumah keluarga BN ini akan secara teknis dilakukan bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan dan Polres MTB. Setelah proses itu diberlakukan maka alur orang keluar masuk akan dibatasi” kata dr. Edwin Tomasoa, sebagaimana dilansir dari Antara, Jumat (14/2).

Setelah diberlakukan ketentuan itu, maka tidak ada seorang pun yang keluar masuk ruangan di rumah sakit, termasuk keluarga. Hanya saja petugas kesehatan yang sudah menggunakan Alat Perlindungan Diri Standar (APDS).

Direktur RSUD Dr PP Magretti, dr. Fulfully Ch. Nuniary menjelaskan, saat ini kondisi BN relatif stabil dibandingkan dengan saat pertama ditangani oleh tim medis.

Saat awal, BN mengeluh ada nyeri tulang belakang, sedikit batuk, nafas sesak namun saat ini berangsur membaik.

“Keluhan tulang belakang saat ini sudah cukup stabil karena ada perawatan khusus dari tim medis. Kalau sudah ada APDS maka kami akan menilai fisik yang bersangkutan dan melakukan pemeriksaan tambahan seperti laboratorium darah rutin dan sebagainya” katanya.

Fulfully menambahkan, hingga kini BN terus diberikan nutrisi yang cukup sehingga daya tahan tubuhnya tetap stabil.

Dia menegaskan, tim medis hingga kini belum mendiagnosa BN sebagai penderita dan masih berstatus terduga hingga ada diagnosa dari pusat laboratorium di Surabaya atau Jakarta yang melakukan observasi terhadap spesimen dari BN.

Sementara itu, tim medis yang menangani BN, hanya bisa berkomunikasi jarak jauh melalui telepon maupun WhatsApp.

BN adalah warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pria 19 tahun itu baru kembali dari luar negeri dan masuk Jakarta melalui Malaysia. Kemudian, dia meneruskan perjalanannya ke Ambon, Ivu Kota, Provinsi Maluku.

BN pulang ke kampung halamannya di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan pada hari Jumat (7/2) dalam kondisi masih sehat.

Namun, setelah mendapat informasi dia sakit, maka sesuai aturan, tim medis dari RSUD Magretti dan puskesmas setempat mengambil sejumlah langkah. Antara lain, melakukan pemeriksaan medis dengan cara mengambil lendir pasien. Saat ini pasien sementara waktu dikarantina selama 14 hari.(antara)