batampos.co.id – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis mengunjungi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok yang masih menjalani proses observasi di hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kamis (13/2/2020).

Namun, rombongan belum diperbolehkan mendekat, hanya sebatas menyapa dari dalam bus.

Kunjungan Panglima TNI dan Kapolri tersebut didampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan 1) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah, anggota Komisi IX DPR, dan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti.

Dalam kunjungan tersebut juga sekaligus menyerahkan sembako kepada warga Penagi.

Dalam kesempatan tersebut Hadi Tjahjanto menyatakan, kehadiranya di Natuna untuk memberikan motivasi kepada prajurit TNI yang sudah dua minggu bertugas di Natuna dalam misi kemanusiaan.

Selain itu, dirinya ingin menyapa masyarakat Penagi yang berada di sekitar lokasi observasi WNI dari Wuhan, yang sudah mendukung dan menyambut baik kehadiran mereka.

“Memang ada keluhan kesehatan dari masyarakat tapi semua dapat diatasi dengan baik,” katanya.

“Saya berharap kehadiran Panglima TNI dan Kapolri di sini, kondisi Natuna semakin kondusif antara masyarakat dengan pe­tugas yang selama ini mereka rasakan,” harapnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis, didampingi Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengunjungi desa Kota Tua, Penagi, Natuna, Kamis (13/2/2020). Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

Kapolri Jenderal Idham Aziz menjelaskan, kedatangannya di Natuna bersama Panglima TNI mengecek kesiapan Ko­mando Tugas Gabungan Terpa­du (Kogaspabpad) yang merupakan operasi kemanusiaan untuk observasi terhadap 238 WNI dari Wuhan.

”Ini operasi gabungan TNI dan Polri,” ujarnya.

Virus corona menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Karena itu, tidak mungkin untuk dikerjakan sendiri-sendiri.

”Saya berpesan dalam operasi ini harus ikhlas,” terang jenderal bintang empat tersebut.

Setelah mengecek kesiapan pasukan, keduanya mengunjungi masyarakat Natuna. Khususnya di Kota Tua, Penagi yang merupakan desa terdekat dari tempat observasi. Jaraknya hanya satu kilometer dari tempat observasi.

”Kami ingin masyarakat memberikan dukungan terhadap kegiatan observasi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena, beserta anggota bertemu Pemerintah Kabupaten Natuna dan menyerap aspirasi masyarakat serta meninjau kegiatan observasi WNI dari Wuhan di hanggar Lanud Raden Sadjad, Kamis (13/2/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab maupun Pemprov Kepri menyampaikan kondisi terkini masyarakat Natuna terkait observasi WNI dari Wuhan, Tiongkok.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, menyatakan, masyarakat Natuna sudah kondusif menerima WNI dari Wuhan selama dilakukan proses observasi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primandi, mengatakan, komitmen Kementerian Kesehatan terhadap keluhan dan usulan dari pemerintah dan masyarakat.

Untuk program jangka panjang, Kemenkes akan mengusulkan agar anak-anak Natuna dapat menjadi tenaga medis terutama dokter melalui beasiswa.

Kapal di Zona Karantina

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberlakukan sejumlah peraturan khusus di pelabuhan-pelabuhan Batam untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kepala KKP Batam, Achmad Farhani, mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pihaknya telah menyiagakan alat pendeteksi suhu tubuh, baik thermal scanner maupun thermal gun di pintu kedatangan pelabuhan.

Selain itu, KKP juga melakukan upaya penanggulangan di terminal barang. Kepala Bidang Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Batam, Romer Simanungkalit, mengatakan kapal barang yang datang dari Tiongkok wajib labuh tambat di titik koordinat zona karantina.

“Itu sesuai regulasi yang ditetapkan Kementerian Perhubungan,” tegasnya.(arn)