batampos.co.id – Tim gabungan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, melanjutkan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang ada di Batam. Pemeriksaan ini untuk memastikan para TKA Tiongkok yang datang pada periode akhir Januari hingga awal Februari benar-benar bebas dari paparan virus corona.

Pemeriksaan hari kedua di wilayah Tanjunguncang dilakukan Rabu (12/2) pagi. Petugas gabungan memeriksa puluhan TKA Tiongkok di dua perusahaan yang ada di Tanjunguncang. Sebelumnya, Selasa (11/2), mereka juga telah memeriksa belasan TKA asal Tiongkok di tiga perusahaan berbeda.

Hasil pemeriksaan hari pertama dan kedua ini belum ditemukan adanya indikasi TKA Tiongkok terpapar virus corona.

“Alhamdulilah, masih negatif. Semua aman. Cuman ada beberapa yang batuk biasa dan sudah dikasih obat dan diawasi rutin,” ujar Kadisnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, kemarin.

Pemeriksaan ini sebagai upaya antisipasi, karena pada liburan Imlek lalu, banyak TKA asal Tiongkok yang pulang ke negara asalnya. Mereka yang kembali ke Batam pada periode akhir Januari hingga awal Februari harus menajalani tahap observasi selama 14 hari untuk memastikan bahwa mereka benar-benar bebas dari virus corona, sebelum kembali bekerja atau berbaur dengan pekerja lain. Lokasi observasi di masing-masing mes perusahaan atau tempat tinggal TKA dan diawasi secara ketat tim gabungan dari Pemko Batam.

Disnaker Kota Batam dan Dinkes Kota Batam mengecek kesehatan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di perusahaan di Sagulung, Selasa (11/2). Penegecakan ini untuk mengantisipasi virus corono yang lagi musim saat ini. Pengecekan suhu pekerja dengan termometer dilidah dan kepala disalah satu mes perumahan di Sagulung. F Dalil Harahap/Batam Pos

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menambahkan kegiatan yang dilakukan Dinkes dan Disnaker Kota Batam dengan mendatangi TKA merupakan bentuk peningkatan kewaspadaan.

“Itu pengecekan peningkatan kewaspadaan. Dalam bahasa medis surveilans,” kata Didi.

Menurutnya, hal ini bukanlah karantina ataupun observasi. Dia juga mengatakan, selain tim Pemko Batam yang turun, pihak perusahaan juga telah melakukan antisipasi.

“Nah, yang baru datang dari Tiongkok, perusahaan udah ngerti, pekerjanya diminta untuk tidak kerja dulu. Disuruh tinggal dan dikasih kebutuhannya,” jelasnya.

Selanjutnya, tim Pemko melakukan surveilans. Menurut dia, TKA yang diperiksa di perusahaan maupun mes dalam keadaan sehat.

“Yang kontak sama mereka tidak dicek, kan sehat. Yang ikut dicek itu kalau yang dia pernah kontak sama yang sudah terkonfirmasi terkontaminasi,” ujarnya.

Akan tetapi, ia mengaku di tempat TKA tinggal, penghuni lain ada yang menolak. “Kami berikan mereka pemahaman kalau yang bersangkutan sehat,” imbuhnya.

Sampel Swap Baru Dikirim

Terkait enam warga yang diobservasi di rumahnya di Tanjungpinang karena diduga terpapar virus corona, masih dilakukan hingga sekarang. Pengambilan sampel lendir dari tenggorokan atau swap keenam orang tersebut baru dilaksanakan pada Selasa (11/2) lalu.

“Begitu diambil, sampel tak langsung dikirimkan,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kepri, Kombes Muhammad Haris, Rabu (12/2).

Pengiriman sampel tersebut, lanjutnya, direncanakan kemarin. Sedangkan hasil dari pemeriksaan laboratorium baru keluar tiga atau empat hari lagi. “Tergantung di Jakarta,” ucapnya.

Ia mengatakan, hasil tes sampel itu akan diumumkan oleh Kemenkes. Hingga pengumuman hasil laboratorium tersebut, pemeriksaan secara rutin akan tetap dilaksanakan.

“Kami dari Biddokes juga akan tetap melakukan pemantauan,” ungkapnya.
Hingga kini, Haris mengatakan, keenam orang tersebut dalam keadaan sehat. Tidak ada satupun yang menunjukkan gejala terjangkit virus corona.

“Sehat walafiat semua mereka,” tegasnya. (eja/iza/she/ska)