batampos.co.id – Harga masker di Kota Batam naik enam kali lipat sejak merebaknya virus corona.

Masker yang biasanya dijual puluhan ribu per kotak saat ini menjadi ratusan ribu.

Seperti yang diutarakan Wilis Rere, yang harus berkeliling Batam untuk bisa mendapatkan masker. Apalagi, hari ini ia berencana pergi ke Singapura, karena ada urusan penting.

”Sehari ini (kemarin, red) keliling Batam mencari masker. Di mana-mana kosong, padahal saya mau ke Singapura,” jelas Rere, Jumat (14/2/2020).

Berdasarkan informasi dari teman, ia pun berhasil menda patkan masker yang diingin-
kan.

Mirisnya, masker itu dijual dengan harga fantastis untuk jenis biasa.

”Harganya gila banget, 10 pieces (lembar) itu Rp 95 ribu. Biasanya cuma Rp 6-8 ribuan 5 pieces. Luar biasa mahalnya, naik enam kali lipat,” ungkap Rere.

Masyarakat Batam saat membeli masker di Apotek Kimia Farma. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Ke depannya, ia berharap pemerintah bisa langsung turun tangan mengatasi per-
masalahan ini. Karena memang sudah sangat meresahkan.

”Di online juga ada yang jual, harga yang biasa dijual Rp 30-50 ribuan, sekarang di-
jual Rp 200-300 ribuan, mahal banget,” sesal dia

Hal yang sama dirasakan Setiawan, warga Sekupang, yang sudah tiga hari mencari masker di sejumlah apotek.

Namun sayang, ia tetap tak mendapatkan penutup mulut dan hidung tersebut.

”Di mana-mana tak ada masker, apotek, supermarket bahkan minimarket kosong semua. Padahal nyarinya sudah tiga hari,” ujarnya.

Pria 30 tahunan itu menduga banyak pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapat untung jauh lebih besar.

Besar kemungkinan masker diborong untuk dijual dengan harga yang tinggi.

”Kata karyawan salah satu apotek, ada yang suka borong masker. Kemungkinan dijual
lagi dengan harga mahal,” ujarnya.

Menurut dia, situasi ini tentunya sangat merugikan masyarakat. Terutama dirinya yang memang rutin menggunakan masker karena ke mana-mana pakai sepeda
motor.

”Jauh sebelum adanya virus (corona) ini, saya sudah pakai masker untuk menghindari debu. Tapi beberapa hari ini stok saya habis,” imbuh Setiawan.

Ia berharap pemerintah atau pihak terkait bisa segera menindaklanjuti situasi ini. Jangan sampai kondisi ini berlarut-larut dan merugikan banyak pihak.

”Di daerah lain, polisi turun tangan untuk menangkap pihak yang memanfaatkan situasi ini. Sebab sangat merugikan masyarakat,” jelas Setiawan.(she)