intren.id – Sebuah klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat dibongkar Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Total sudah ada 1.632 perempuan yang mendaftar untuk aborsi. Sebanyak 903 perempuan sudah menggugurkan janinnya.

Dalam penyelidikan petugas, 3 orang tersangka berinisial MM, RM, dan SI tidak hanya tega menjalankan bisnis aborsi ilegal. Mereka membuang janin yang berhasil diaborsi ke dalam septic tank atau tempat pembuangan kotoran.

“Janin biasa ditemukan di septic tank,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Sabtu (15/2).

Mereka melakukan itu untuk menghilangkan barang bukti kejahatan. Saat digerebek petugas, di klinik tersebut didapati janin berusia 6 bulan dan seorang perempuan yang akan melakukan aborsi.

Klinik ilegal itu sendiri terbilang sudah cukup terkenal. Terbukti dari banyaknya perempuan yang melakukan aborsi di sana. Tak hanya dari Jakarta, para pelanggan bahkan datang dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Para tersangka sendiri menawarkan jasa aborsi melalui sebuah website yang dikelola mereka. “Rata-rata yang aborsi karena hamil di luar nikah, adanya kontrak kerja yang mengharuskan tidak hamil, atau gagal program KB (Keluarga Berencana),” jelas Yusri.

Sebelumnya, tiga orang tersangka diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah MM, RM, dan SI. Ketiganya memiliki peran berbeda. Yakni MM sebagai dokter, RM sebagai bidan dan S sebagai tenaga administrasi.

“Tersangka MM itu dokter asli, dia lulusan di salah satu universitas di Sumatera Utara. Tapi, tidak punya spesialis apalagi spesialis kandungan,” kata Yusri di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Tarif aborsi dipatok oleh klinik aborsi itu dengan berbagai macam harga. Mulai dari Rp 1 juta untuk menggugurkan bayi di bawah 1 bulan, dan yang termahal berkisar Rp 4 juta hingga Rp 15 juta untuk bayi dengan usia di atas empat bulan.(jpg)