batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga
(Dispora) menyelenggarakan kompetisi adu cepat menjalankan perahu layar atau Lomba Jong Batam 2020.

Perlombaan tersebut dimulai pada Jumat (14/2) hingga Minggu (16/2) besok. Perlombaan yang digelar rutin ini dilaksanakan di Pantai Mak Dare, Batubesar, Nongsa.

Kepala Dispora Kota Batam, Heryanto, mengungkapkan, tujuan penyelenggaraan
lomba ini selain sebagai ajang olahraga, juga sebagai wadah memperkenalkan dan meles-
tarikan budaya Melayu.

”Penyelenggaraan tahun ini mengangkat tema, ’Mari jadikan Lomba Jong Batam Tahun 2020 sebagai Upaya Melestarikan Olahraga Tradisional di Kota Batam’,” ujarnya.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Olahraga Na-
sional, salah satunya adalah pembinaan olahraga rekreasi.

Pemerintah melalui Dispora Kota Batam wajib melestarikan lomba sampan kecil berlayar tidak berawak ini atau yang familiar disebut
perahu jong.

Pemko Batam kembali mengelar perlombaaan perahu jong pada Jumat (14/2/2020) hingga Minggu (16/2/2020) besok. Perlombaan yang digelar rutin ini dilaksanakan di Pantai Mak Dare, Batubesar, Nongsa dan diikuti peserta dai luar negeri. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Sudah tiga tahun kita bekerja sama dengan warga setempat, yang sebelumnya rutin digelar oleh panitia Kampung Melayu, dan dilaksanakan di musim angin utara,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam laporan nya disampaikan, peserta tahun ini berjumlah 1.732 jong
dan diikuti 56 klub, dibagi dalam empat kategori yakni kecil, sedang, besar, dan anak-
anak.

”Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau hingga Johor Bahru, Malaysia,” tutupnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya sekaligus melepas peserta di garis start yang didampingi tamu undangan menyampaikan, kegiatan ini harus dikembangkan.

”Tahun depan harus kita kembangkan, tidak hanya jumlah peserta, tapi kondisi
fisik pantai juga. Jadi, Pantai Mak Dare selalu ramai, tidak hanya di saat lomba jong,”
katanya.

Menurutnya, selain sebagai kegiatan yang menjaga khazanah Melayu, saat ini Kota Batam juga tengah fokus mengembangkan pariwisata.

”Maka lomba ini kita masuk kan dalam 137 calender of event (CoE) 2020. Agar wisatawan
mancanegara bisa hadir,” terangnya.

Rudi menyampaikan, pengembangan pariwisata harus dirasakan seluruh masyarakat.

”Pariwisata bukan hanya untuk orang kaya, semua warga Batam berhak menikmatinya,” kata dia.(bagas)