batampos.co.id – Langkah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melakukan pengawasan khusus pasien pria di Rumah Sakit Badan Pengusahan (RSBP) Batam-yang menderita demam tinggi, batuk, dan sesak napas saat tiba di Pelabuhan Feri Batam Center, Kamis (13/2/2020) lalu, sudah tepat.

Selain terdeteksi thermal scannar pelabuhan, gejala yang ditunjukkan pria ini persis sama
dengan pasien virus corona. Apalagi ada riwayat perjalanan tiga pekan di Malaysia.

“Masih dalam pengawasan khusus. Gejala awalnya mendekati (suspect virus corona, red) jadi perlu observasi dan penanganan medis yang sesuai,” ujar Kepala Dinas Kese-
hatan Kota Batam, Didi Kusmajardi, Jumat (14/2/2020).

Penanganan khusus pasien itu, kata Didi, bukan sebuah tuduhan atau vonis. Hanya sebatas upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tak diinginkan.

Termasuk mencegah penyebaran virus corona yang sedang mewabah di Tiongkok dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Singapura dan Malaysia.

Dari awal lanjutnya, pihaknya sudah menegeaskan jika ada pasien yang gejala awal mendekati gejala terjangkit virus corona dan memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yang ada penderita di negara itu, maka harus diobservasi untuk memastikan.

Disnaker Kota Batam dan Dinkes Kota Batam mengecek kesehatan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di perusahaan di Sagulung, Selasa (11/2). Penegecakan ini untuk mengantisipasi virus corono yang lagi musim saat ini. Pengecekan suhu pekerja dengan termometer dilidah dan kepala disalah satu mes perumahan di Sagulung. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

“Ini upaya pencegahan,” tegas Didi.

Informasi lain yang didapat di lapangan, pria yang dirawat secara khusus ini merupakan
WNI dengan KTP asal Pulau Jawa.

Sebelumnya, Didi juga menyebutkan, awalnya ada dua pasien serupa yang di-
tangani di RSBP. Hanya saja satu orang hanya menderita batuk biasa, sehingga diperbolehkan pulang usai berobat.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Achmad Farchanny, mengatakan, setelah dilakukan penanganan, kondisi pasien tersebut saat
ini berangsur stabil.

“Hingga tadi malam, kondisinya sudah membaik. Saat ini masih berada di RSBP dan masih dalam pantauan,” katanya.

Achmad mengatakan, hanya satu orang yang menujukkan gejala terjangkit virus corona.
Satu orang lagi dinyatakan hanya menderita batuk biasa.

Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Survailans Epidemiologi KKP Batam, Romer Simanungkalit, menambahkan, tim KKP juga melakukan pemantauan di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, memang langsung memisahkan penumpang yang demam tinggi, batuk, sesak napas, sesaat setelah kapal dari Stulang Laut, Ma-
laysia, sandar pukul 15.45 WIB.

“Warga tadi terdeteksi thermal scanner pukul 16.00, pas saat melintas di depan alat
pengukur suhu tubuh itu, langsung tanda peringatan berbunyi,” jelasnya.

“Suhu tubuhnya tercatat 38,9 derajat celcius. Langsung kami bawa ke ruang
observasi, lalu dirujuk ke RSBP,” ucapnya lagi.

Ia mengatakan, timnya saat ini terus siaga di pelabuhan-pelabuhan internasional di Batam. Semua dilengkapi peralatan thermal scanner.

Jika ada terdeteksi, langsung diisolasi lalu dirujuk ke RS yang direkomendasikan pe-
merintah. Penanganan lanjutan ada tim kesehatannya.

“Kami bagian deteksi dini di lapangan,” tuturnya.(eja)