Selasa, 7 April 2026

Masyarakat Wuhan Andalkan Petugas Delivery Makanan

Berita Terkait

batampos.co.id – Dengan adanya status lockdown di Wuhan, Tiongkok, masyarakat jadi kesulitan mendapat akses kebutuhan pangan. Agar dapat tetap bertahan hidup, masyarakat menggunakan berbagai cara seperti mengandalkan petugas pengiriman atau delivery untuk menyuplai makanan.

Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari RideApart, Minggu (16/2), petugas delivery kini menjadi pahlawan tersendiri di wilayah tersebut. Selain itu, dengan kebutuhan masyarakat akan pangan yang juga tinggi, namun pergerakannya dibatasi demi alasan keamanan terhindar dari virus korona.

Petugas pengiriman menjadi sangat diminati di sana menurut South China Morning Post. Sebab, makan di luar jelas tak mungkin, sehingga beberapa pekerja restoran dialih-dayakan menjadi petugas delivery untuk mengirimkan makanan. Bahkan, perusahaan pengiriman seperti kebutuhan pangan dan restoran menawarkan bonus kepada pengendara yang bekerja lembur.

Tidak jelas bagaimana persediaan masuk ke Wuhan, tetapi di tempat-tempat seperti Shanghai, yang berjarak 500 mil atau sekitar 804 Km, toko-toko kelontong masih penuh dengan persediaan berlimpah, tulis Frankie Huang di New York Times.

Huang adalah warga negara Amerika yang saat ini hidup di Tiongkok dengan suaminya. Mereka bisa pergi, namun demi alasan keamanan, mereka tetap memilih kebutuhan pangan dikirimkan saja.

Ilustrasi: Petugas delivery restoran mengirimkan makanan ke masyarakat di Wuhan, Tiongkok yang tengah diisolasi karena virus korona. Pengiriman menggunakan metode Contact-Less. (RideApart)

Namun, untuk meminimalisasi penyebaran virus, ada aturan khusus dalam pengantaran makanan. Misalnya KFC yang juga menyediakan layanan kiriman atau delivery. Mereka menggunakan metode contacts less untuk setiap makanan yang dikirimkan.

Caranya, suhu petugas delivery ditentukan untuk memastikan mereka tidak demam, mencuci tangan sampai bersih, dan memakai masker pelindung. Kemudian, mereka mengantarkan makanan pada titik yang disepakati yang berjarak setidaknya dua meter (atau 6,5 kaki) dari pengirim dan penerima.

Dengan kata lain, keduanya akan sama-sama menunggu di jarak yang sudah ditentukan. Makanan yang dikirimkan petugas dan akan diambil penerima berada di antara mereka.

Kemudian, si penerima mengambil makanan, memeriksa apakah semuanya baik-baik saja, dan melanjutkan perjalanan dengan makanan lezat mereka. Pun demikian dengan petugas delivery, mereka kemudian mengambil kotak makanan yang sudah kosong dan bergegas kembali ke restoran.

Update