batampos.co.id – Aksi ugal-ugalan sopir angkot di Batuaji kembali menelan korban jiwa. Nahas kali ini dialami oleh Sri Wahyuni pengendara sepeda motor Honda Beat yang diseruduk oleh angkot di turunan bukit Daeng Jalan Ahmad Yani, Seibeduk, Senin (17/2) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Wanita 25 tahun ini tewas ditempat setelah diseret angkot dengan jarak sekitar lima meter.

Eris sang adik yang dibonceng korban juga sekarat dan saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Camanta Sahidiya Mukakuning.

Informasi yang didapat di lapangan, ada tiga sepeda motor yang diseruduk angkot berwarna biru tersebut.

Dua pemotor lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cidera serius. Inda, saksi mata yang tak lain adalah penumpang angkot menuturkan, kemungkinan kuat rem angkot tersebut tidak berfungsi.

Itu berdasarkan pengamatan Inda saat berada di atas angkot yang sedikitnya ditumpangi delapan penumpang termasuk dia.

“Rem sepertinya tak normal tapi dipaksakan untuk jalan. Saya numpang di depan perumahan MKGR,” jelasnya.

Anggota Unit Laka Lanatas, Bripka Reza menunjukkan kendaraan yang teribat kecelakaan di Bukit Daeang, Seibeduk, Senin (17/2/2020). Kecelelakaan terjadi sekira pukul 07.30 Wib. Kecelakaan terjadi antara angkot dengan pengendara motor. Seorang dinyatakan tewas di tempat, seorang lagi terluka. Kendaraan tersebut berjalan satu arat, dari arah Batua Aji menuju Muka Kuning. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Dari awal saya sudah khawatir karena saya tahan (untuk berhenti), angkotnya jauh kali (kedepan) sebelum berhenti total. Tak biasanya begitu. Karena sudah saya tahan ya mau tak mau tetap naik,” ujar Inda di lokasi kejadian.

Sepanjang perjalanan kata Inda, sang sopir kerap menarik hand brake yang ada di samping tempat duduk sopir.

Sehingga memperkuat dugaan Inda bahwa sistem rem angkot tersebut tak berfungsi normal.

“Saat dia tarik-tarik (tuas hand brake) ada bau kampas gitu. Sudah kuatir kali saya karena dia (sopir) tetap ngebut-ngebutan,” kata Inda.

Kekuatiran Inda benar-benar terjadi. Sebab saat melewati tanjakan bukit Daeng dari Batuaji, angkot tersebut hilang kendali dan menyeruduk sepeda motor yang ada di depannya.

“Mau copot jantung saya. Banyak kendaraan di depan ditabrak begitu saja. Untungnya tak terguling angkot ini sehingga selamat kami,” kata Inda.

Sandro, saksi mata lain di lokasi kejadian menyebutkan, sesaat setelah tabrakan terjadi, korban meninggal bersama sepeda motornya berada persis dibawa kolong angkot.

Untuk mengevakuasi korban, angkot terpaksa didorong hingga terbalik oleh warga dan pihak kepolisian lalulintas.

“Diseret terus masuk sampai ke kolong korban dan motornya. Sudah tak bergerak lagi korban,” kata Sandro.

Kecelakaan ini menyiata perhatian banyak pihak. Pengendara yang melintas di lokasi jalan yang sama umumnya mengutuk keras aksi ugal-ugalan sopir angkot yang tidak memperdulikan keselamatan penumpang dan pengendara lain.

Warga pengguna jalan berharap ada tindakan tegas dari pihak pemerintah dan instansi penegak hukum terkait agar kejadian serupa tidak terulang lagi kedepannya.

“Kalau perlu dikandangkan semua angkot yang kira-kira sudah tak laik pakai lagi,” harap Rudi.

“Jangan hanya omong saja buktikan kalau pemerintah dan penegak hukum ada di Batam ini. Sudah puluhan bahkan ratusan orang yang jadi korban dari angkot yang ugal-ugalan seperti ini. Uji KIR harus benar- benar diterapkan,” jelasnya.

Informasi lain yang didapat di lapangan, sopir angkot maut tersebut sudah diamankan Satlantas Polresta Barelang.

Sopir tersebut ditahan untuk mempertanggungjawabkan kejadian yang merenggut nyawa Sri Wahyuni, karyawan PT Epson Mukakuning tersebut.(eja)