batampos.co.id – Melihat jumlah jamaah yang sangat sedikit saat salat subuh membuat beberapa remaja membentuk sebuah perkumpulan yang diberi nama Bikers Shubuhan Batam.
Kemunitas yang berinduk di Kota Lampung itu berdiri sejak tahun 2017 lalu. Beberapa remaja tersebut biasa dipanggil dengan sebutan awwalun, yang kini telah banyak mengadakan berbagai kegiatan positif,
Seperti pengalangan dana, bakti sosial dan saat ini terfokus untuk mensyiarkan solat shubuh berjamaah.
Relly seorang Awwalun saat ditemui batampos.co.id, mengatakan, komunitas yang mereka bentuk terinspirasi dari pesan para ustaz.
“Ada pesan para ustaz jika bisa kita melaksanakan salat subuh tepat waktu dan secara berjamaah, maka akan lebih mudah kita untuk melaksanakan salat lainnya,” katanya, Senin (17/2/2020).
Tujuan pembentukan Komunitas Bikers Subuhan Batam adalah untuk mengajak para anak muda salat subuh berjamaah.
Bahkan tidak hanya itu, setiap ada kegiatan pengajian dari ustaz nasional, komunitgas mereka selalu turut serta dalam kajian tersebut.
“Seperti Jumat (14/2) subuh bersama ustaz Derry Sulaiman,” katanya.
“Kita perdalam ilmu agama bersama dengan para ustaz, Agar pemahaman kita bisa satu arah,” katanya.

Kata dia, tidak jarang, komunitas mereka juga mendapatkan undangan dari para pengurus masjid di Kota Batam untuk salat subuh berjamaah.
“Pekan lalu kita melakukan perjalanan hingga ke pulau Bulang. subuh berjamaah kita adakan rutin pada setiap Ahad Pagi, dan selalu berpindah-pindah masjid,” paparnya.
Sejak berdirinya Komunitas Bikers Subuhan Batam pada September 2019 lalu, kini telah ratusan para anak muda bergabung dan berusaha hijrah bersama.
Raja Dian seorang Awwalun lainnya mengatakan, bahwa para anak muda yang tergabung ke dalam Bikers Subuhan Batam, terdiri dari berbagai komunitas motor.
“Bikers Subuhan ini terbuka untuk umum, juga tidak memandang kedudukan status. Tujuan kita tetap, bersama-sama kami menegakkan Subuhan Berjamaah di seluruh Masjid Kepulauan Riau ini,” kata Raja Dian.
Menurutnya, Bikers Subuhan Batam ini bersifat independent, secara organisasi tidak berada di bawah satu ormas,partai atau aliran tertentu.
“Intinya semua kegiatan yang kita lakukan demi memakmurkan masjid. Jadi tidak akan ada Hal-hal berbau politik, apalagi politik praktis,” tegasnya.
Harapan para Awwalun lainnya pun bisa membuat salat subuh, ramai seperti saat salat Idul Fitri.
Serta menjadi pelopor bangkitnya solat subuh berjamaah yang dimotori oleh para bikers.
“Saat menuju lokasi kegiatan, kita selalu berkumpul di titik kumpul yang telah di sepakati untuk selanjutnya ridding bersama. Jadi Hoby dapat dan Ibadah juga mantap,” ujarnya.(*)
