batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahap I Gelombang I lebih dari Rp 9,8 triliun untuk 136.579 sekolah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan, percepatan penyaluran ini adalah tindak lanjut dari komitmen Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Dalam Negeri, setelah konferensi pers bersama Senin (10/2) lalu.

“Penyaluran Dana BOS ke sekolah-sekolah pada bulan Februari 2020 ini lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang rata-rata baru masuk ke rekening sekolah pada bulan Maret dan April,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (17/2).

Dia menjelaskan, salah satu faktor yang mempercepat penyaluran dana BOS ini adalah perubahan mekanisme penyaluran. Yaitu, dana BOS disalurkan secara langsung dari Rekening Kas Umum Negara ke rekening sekolah.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan DAK Nonfisik. PMK tersebut memberikan keleluasaan fiskal bagi sekolah dalam mendukung konsep Merdeka Belajar melalui perubahan periode penyaluran dan besaran penyaluran.

Di samping itu, penyaluran dana BOS lebih akurat karena rekomendasi penyaluran berdasarkan masukan sekolah sendiri melalui Aplikasi Dana BOS yang disediakan oleh Kemendikbud. “Dengan proses penyaluran lebih cepat ke rekening sekolah, kegiatan operasional mengajar dapat dilaksanakan dan didanai lebih cepat,” katanya.

Dia menambahkan, sekolah dapat lebih cepat dalam menyampaikan laporan tanpa menunggu sekolah lain meskipun berada dalam wilayah yang sama. Terakhir, penyaluran langsung ke rekening sekolah tetap ditatausahakan dalam APBD Provinsi, Kabupaten, Kota sehingga sisi akuntabilitas tetap terjaga.

Alokasi Dana BOS Reguler Tahap I ini adalah sebesar 30 persen untuk masing-masing sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nantinya, untuk Tahap II dan III akan disalurkan sebesar 40 persen dan 30 persen.

“Dengan perbaikan skema penyaluran tersebut, sebesar 70 persen Dana BOS nantinya dapat langsung diterima sekolah pada semester I,” pungkasnya.(jpg)