batampos.co.id – Pemerintah pusat menguji coba penonaktifan ponsel dari
pasar gelap atau black market (BM), hari ini Senin (17/2/2020) dan Selasa (18/2) besok.

Rencananya, kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 18 April 2020 mendatang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti perihal ini.

Menurut dia, Disperindag akan membangun komunikasi dengan dua instansi lain, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam.

”Kami akan bentuk Tim bersama Kominfo dan Satpol PP,” ujarnya, Minggu (16/2/2020). Ia menyampaikan, setelah pemerintah pusat resmi memberlakukan kebijakan ini, tim yang telah dibentuk akan segera turun dan menarik ponsel BM dari para pedagang.

”Nanti (pasca pemberlakukan kebijakan) perlu ditarik, takutnya kalau tidak, akan dijual ke masyarakat yang tidak tahu,” ujar dia.

Para pedagang ponsel di salah satu pusat elektronik di Kota Batam sedang menunggu pembeli, beberapa waktu lalu. Hari ini Pemko Batam akan menarik telepon seluler black market yang ada di Kota Batam. Foto: Dokumentasi Jawa Pos

Jauh-jauh hari, Gustian juga telah mengimbau agar masyarakat membeli ponsel yang jelas nomor identitas perangkatnya atau International Mobile Equipment Identity (IMEI) nya.

Termasuk, kepada penjual agar tidak lagi menjual ponsel BM melalui sosialisasi dengan
Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian di Mall Botania 2, Batam Centre.

”Ponsel BM ini nanti tak bisa dipakai lagi, otomatis tak akan bisa dipakai dan kalau dijual pun ponselnya tak akan berfungsi. Kami sudah sosialisasikan,” terang Kepala Dinas.

Sementara itu, Dinas Kominfo Kota Batam belum mendapat informasi perihal kapan uji
coba maupun pemberlakuan pengendalian alat komunikasi dari pasar gelap atau BM, lewat aturan IMEI tersebut.

”Kalau sekarang belum ada kita dapatkan informasi,” kata Kepala Kominfo Batam, Azril Apriansyah.

Disinggung apakah pihaknya akan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti ini, Azril mengaku pihaknya menunggu informasi terbaru.

”Kita lihat nanti, sekarang belum ada pembicaraan tentang itu,” imbuhnya.(iza)