batampos.co.id – Sekretaris Kabinet Pramono Anung melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkunjung ke Kediri, Jawa Timur. Hal itu karena Pramono Anung takut Jokowi lengser jadi kepala negara. Namun, larangan itu ditanggapi bijak Partai Demokrat.

Politisi Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan lengser atau tidaknya Jokowi adalah kehendak Allah. Semuanya yang menentukan adalah yang maha kuasa. “Nah itu (karena semua yang menentukan takdir Allah),” ujar Roy Suryo, Senin (17/2).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini mengatakan kunjungan Presiden ke Kediri adalah tergantung niat. Sehingga tidak ada alasan kepala negara untuk mengecualikan berkunjung ke satu wilayah. “Jadi semuanya itu tergantung niat dan tujuannya,” kata mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Roy mengatakan, harusnya Jokowi meniru Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab SBY dua kali mengunjungi Kediri pada tahun 2007 dan 2014. Namun tetap saja SBY masih menjadi kepala negara. “Bahkan dua kali 2007 dan 2014. Padahal di 2009 ada pilpres. Faktanya beliau malah terpilih lagi dengan signifikan‎,” ungkapnya.

Diketahui‎ Sekretaris Kabinet Pramono Anung sengaja tidak mengajak Presiden Jokowi ke Kediri untuk bersama-sama meresmikan Rumah Susun Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin. Pramono mengatakan ia melarang Presiden Jokowi ke Kediri, karena takut lengser dari jabatannya kepala negara. Seperti yang pernah dialami oleh Presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

“Terus terang saya termasuk yang menyarankan Bapak Presiden tidak ke Kediri. Saya masih ingat, mau percaya atau tidak, Gus Dur kundur (kembali) dari Lirboyo, malah ada gonjang-ganjing di Jakarta,” ujarnya sembari tertawa dalam acara peresmian Rumah Susun Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin, Lirboyo, Kediri (16/2).

Namun, lanjutnya, kalau ziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin dan Mbah Wasil Setono Gedong, Presiden pasti datang. Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur lengser dari jabatannya pada akhir Juli 2001 silam. Faktanya, pada 19 Juli 2001, Gusdur hadir dalam pertemuan para kiai Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. (jpg)