batampos.co.id – Tim putri Indonesia dipastikan lolos ke putaran final Piala Uber 2020 di Aarhus, Denmark, Mei mendatang. Meski gagal menembus semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 pekan lalu, Gregoria Mariska Tunjung dkk merebut tiket via kategori peringkat dunia.

Itu tergolong beruntung karena negara-negara dengan peringkat lebih tinggi seperti Jepang dan Tiongkok merebut tiket lewat jalur lain. ’’Kami memang tahu sejak awal tentang hal ini,’’ ungkap Susy Susanti, manajer tim Indonesia di BATC.

Namun, lolos saja tidak boleh membuat gembira berlebihan. Susy mengakui, para atlet belum menunjukkan performa terbaik. ’’Hasil BATC kami jadikan evaluasi agar tim putri bisa tampil lebih baik di putaran final Piala Uber. Baik performa maupun prestasinya,’’ kata perempuan yang juga Kabid Binpres PP PBSI itu.

Tim putri mendapat sorotan tajam selama BATC 2020. Terlepas dari kesalahan strategi di pertandingan terakhir fase grup (tidak menurunkan Greysia Polii saat melawan Thailand), performa Gregoria dkk memang mengkhawatirkan. Menghadapi Thailand, tim kita kalah 2-3. Melawan Jepang, Indonesia dihajar 0-3. Seluruhnya lewat straight games.

Padahal, lawan di Piala Uber nanti pasti lebih berat. Selain Jepang dan Thailand, Tiongkok sudah pasti terjun full team. Belum lagi Korea, finalis BATC 2020. Potensi ancaman tidak hanya datang dari Asia, tetapi juga Denmark dan Inggris. Karena itu, pelatnas punya PR besar untuk memoles tim putri agar siap bersaing di Piala Uber.

’’Kami sadar, kekuatan di sektor putri belum merata. Kami harus berjuang lebih keras,’’ ujar Sekjen PBSI Achmad Budiharto.

Lebih spesifik, Budi menyebut sektor tunggal putri harus berbenah. Progres Gregoria, misalnya, seperti jalan di tempat. Segala cara sudah dilakukan, tetapi juara dunia junior 2017 itu belum mampu bersaing dengan pemain top dunia. Perlu ada pengganti.

’’Tunggal putri harus segera menaikkan yang muda-muda supaya mereka dapat jam terbang yang banyak. Jadi, bisa masuk level pertandingan yang lebih tinggi,’’ ucap Budi. Salah satu yang potensial adalah Putri Kusuma Wardani. Dia masuk skuad BATC pekan lalu. Tampil sekali, dia mencatat kemenangan atas pemain Filipina Sarah Joy Barredo.(feb/c18/na)