batampos.co.id – Aksi ugal-ugalan sopir angkot di Batuaji kembali menelan korban jiwa. Kali ini terjadi di jalan turunan Bukit Daeng dari arah Batuaji menuju Panbil.
Angkot warna biru menabrak lima pemotor dari belakang hingga menewaskan satu orang, dua kritis, dan empat luka ringan, Senin (17/2/2020) pukul 06.00 WIB.
Warga Batam pun marah dan meminta angkot tua tak beroperasi. Kanit Lakalantas Polresta Barelang, Iptu Fredyando, menjelaskan korban tewas bernama Sri Wahyuni, karyawan PT Epson.
Wanita berusia 25 tahun yang rencananya akan menikah pada penanggalan cantik 22-02-2020 ini, tewas di tempat setelah motor Honda Beat yang ditumpanginya ditabrak angkot tersebut dan terseret lima meter di kolong mobil.
Sementara adiknya, Eris, yang mengendarai motor tersebut, kritis dan sempat dirawat di Rumah Sakit Camanta Sahidiya, Mukakuning, sebelum pindah ke Rumah Sakit Awal
Bros (RSAB).
“Untuk korban MD (meninggal dunia) hanya satu. Yang satunya lagi langsung dibawa ke rumah sakit. Untuk penumpang semuanya selamat,” kata Fredyando.
Ia menjelaskan, bukan hanya Sri dan adiknya Eris yang menjadi korban. Saat kejadian, angkot tersebut juga menabrak sepeda motor Yamaha V-Ixion BP 5336 JG warna putih yang dikendarai HH.
Kemudian sepeda motor Honda Beat BP 3832 QQ warna biru putih yang dikendarai P bersama NA.
Lalu menabrak sepeda motor Honda BP 3568 JA warna hitam merah yang dikendarai SM
bersama AS. Pengendara V-Ixion BP 5336 JG, kata Fredyando, mengalami luka ringan.
Begitupun pengendara Honda Beat BP 3832 QQ juga luka ringan. Namun yang diboncengnya (NA) luka berat.
Sedangkan pengendara Honda BP 3568 JA dan yang diboncengnya juga mengalami luka ringan dan kerusakan pada kendaraannya.
Sehingga total empat kendaraan yang ditabrak, satu tewas, dua luka berat, dan empat luka ringan.

“Dari pemeriksaan kami, mobil itu remnya memang blong. Saat turunan, sopir tidak bisa mengendalikan, sehingga menabrak pengendara motor di depannya,” ujarnya.
Selain mengamankan barang bukti berupa angkot dan sepeda motor, pihaknya juga langsung mengamankan sopir angkot bermama Rahmat.
“Sopirnya sudah langsung kita amankan. Karena ini murni kelalaiannya,” tegasnya.
Indah, seorang penumpang angkot yang menabrak empat pemotor itu, saat ditemui di
lokasi kejadian beberapa saat setelah kejadian mengungkapkan, sedari awal sebelum naik ia sudah curiga kalau rem angkot tersebut tak berfungsi normal.
“Saya orang ketiga naik angkot itu, saya naik di depan Perumahan MKGR. Waktu saya setop, agak jauh dari saya baru berhenti angkot itu,” ungkapnya.
Kecurigaannya makin menjadi-jadi saat angkot mulai jalan. Setiap mengambil penumpang selalu tidak pas di tempat orang yang menunggu angkot.
“Terlewat jauh ke depan sebelum berhenti total. Remnya terasa tak berfungsi normal. Karena sudah terlanjur naik ya saya tahan meski takut,” ujarnya lagi.
Kecurigaan Indah rem angkot itu tak berfungsi normal saat melihat tangan sang
sopir yang kerap menarik rem tangan, saat mencoba melambat atau hendak mengambil penumpang.
Total penumpangnya saat menabrak delapan orang.
“Saat dia tarik-tarik itu (tuas hand brake), ada bau kanvas rem gitu. Sudah khawatir
kali saya karena dia (sopir) tetap ngebut-ngebutan,” ujarnya.
Kekhawatiran Indah benar-benar terjadi. Saat melewati tanjakan Bukit Daeng dari Batuaji, angkot tersebut hilang kendali dan menyeruduk sepeda motor yang ada di
depannya.

“Serasa mau copot jantung saya. Banyak kendaraan di depan ditabrak begitu saja. Untungnya tak terguling angkot ini, sehingga kami selamat,” kata Indah.
Ia juga membenarkan motor yang ditabrak tersebut ada yang terseret beberapa meter. Bahkan, butuh bantuan banyak orang untuk mengeluarkan korban dari kolong mobil.
Dengan cara menggulingkan angkot tersebut. Sandro, saksi mata lain di lokasi kejadian, menyebutkan sesaat setelah tabrakan terjadi, korban meninggal bersama sepeda motornya berada persis di bawah kolong angkot.
Untuk mengevakuasi korban, angkot terpaksa didorong hingga terbalik oleh warga dan kepolisian lalu lintas.
“Terseret, terus korban dan motornya masuk sampai ke kolong. Sudah tak bergerak lagi korban saat dikeluarkan dari kolong mobil,” kata Sandro.
Sementara itu, dari pengakuan sopir angkot, Rahmat, ia rencananya akan mengantarkan penumpang dari Batuaji menuju kawasan industri di Batam Center, pukul 06.15
WIB.
“Seperti biasa, saya mengantarkan sewa pagi hari. Dari rumah di Tanjunguncang berangkat dulu jemput sewa,” katanya di ruang penyidik Unit Laka Polresta Barelang.
Dia mengaku pagi sebelum mengantarkan penumpang tidak menemukan kejang-
galan pada mobil angkotnya.
Namun, sesampai di Bukit Daeng, rem mobil yang ia kendarai blong.
“Pagi itu remnya normal saja. Tapi sampai turunan blong. Awalnya hindari motor, lalu banting stir ke kiri, maka kena motor
yang lain,” kata pria 30 tahun ini.
Kecelakaan ini juga menyita perhatian banyak pihak. Pengendara yang melintas di
lokasi kejadian umumnya mengutuk keras aksi ugal-ugalan sopir angkot yang tidak mempedulikan keselamatan penumpang dan pengendara lain.
Warga pengguna jalan berharap ada tindakan tegas dari pihak pemerintah dan instansi penegak hukum, agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya.
“Kalau perlu dikandangkan semua angkot tua yang tak laik pakai lagi. Jangan hanya omong dan janji-janji saja,” ujar Rudi, seorang pengguna
jalan di lokasi kejadian.
“Buktikan kalau Pemko Batam dan penegak hukum ada di Batam ini. Sudah puluhan bahkan ratusan orang yang jadi korban akibat angkot yang ugal-ugalan seperti ini. Uji KIR harus benar-benar diterapkan,” kata dia lagi.
Bukan hanya Rudi, mayoritas masyarakat Batam juga tak menyukai kehadiran angkot yang sopirnya suka ugal-ugalan itu.
Bahkan sudah sering kali masyarakat angkat bicara di berbagai media agar angkot tak laik jalan dilarang beroperasi.
Namun semua dianggap angin lalu oleh Pemko Batam selaku pengambil kebijakan.
“Sudah saatnya proses modernisasi transportasi di Batam. Setelah jalan bisa dilebarkan, saatnya transportasi juga disiapkan yang memadai,” kata Muhammad Zaenuddin,
akademisi yang juga pengamat ekonomi dan kebijakan publik,
kemarin.
Ia menilai sudah saatnya semua pihak berkomitmen untuk menyelesaikan per-
soalan ini. Apalagi setelan kasus terakhir angkot menabrak Sri Wahyuni di Bukit Daeng Batam, kemarin.
“Dengan kejadian ini harus ada kesepakatan. Angkutan tidak layak harus ditertibkan,” jelansya.
Pengemudinya juga, apakah punya izin kendaraan yang lengkap atau tidak dan bagaimana tingkah lakunya di jalanan. Pemerintah harus merespon ini agar tidak terjadi korban jiwa lagi,” ujarnya lagi.
Zainuddin menyarankan, Pemko Batam (Dishub) dan para pengambil kebijakan lainnya, sesegera mungkin memanggil pengusaha transportasi.
Tujuannya untuk mengevaluasi kendaraan dan juga sopirnya. Berikut juga izin-izinnya, termasuk KIR kendaraan.
“Sudah terlalu banyak keluhan selama ini. Dinas Perhubungan (Dishub) juga harus tegas, agar ke depannya tidak ada timbul korban lagi,” tegasnya.
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik lainnya, Suyono Saputro, juga menyayangkan lakalantas yang menewaskan pemotor akibat ulah sopir angkot yang ugal-ugalan mengendarai angkot yang tak laik pakai.
Menurut dia, kecelakaan maut yang disebabkan angkutan umum tersebut sudah kerap terjadi.
“Ini bukan masalah trayeknya. Tetapi masalah angkutannya. Angkutan yang sudah puluhan tahun masih dibiarkan beroperasi,” katanya.
Suyono menambahkan, dengan seringnya kejadian seperti itu, Pemko Batam seharusnya mengambil kebijakan yang tegas.
Seperti memberhentikan operasional angkutan yang tak layak jalan, serta memberi pembinaan terhadap para sopir.
“Di sini kita berbicara bukan hanya masalah keselamatan sopir dan penumpang. Tetapi perlu diperhatikan keselamatan pengguna jalan yang lainnya,” tegasnya.
Menurut Suyono, Batam sebagai kota yang modern juga membutuhkan angkutan
yang modern.
Angkutan ini disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Yang diperhatikan itu angkutan dari sekarang hingga lima tahun ke depan. Angkutan yang sudah tak layak kok masih digunakan,” tuturnya.
Sementara itu, warga Batam yang mengatasnamakan “Alumni Epson” memberikan
Petisi kepada DPRD Batam, Pemko Batam, pengusaha angkutan umum, Kadin Batam,
dan pihak terkait lainnya.
Mereka meminta pihak-pihak tersebut tidak tinggal diam ataupun melakukan pembia-
ran karena bisa masuk unsur abuse of power (penyalahgunaan kewenangan/kelalaian pihak terkait).
Mereka juga meminta Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, segera memerintahkan Kadishub dan mitranya untuk mengambil langkah proaktif dan antisipatif, agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Mereka juga meminta Wali Kota tegas dan sigap bertindak melarang semua angkutan
kota yang tua dan tak laik jalan untuk berhenti beroperasi.
Sebab, hal ini menyangkut nyama masyarakat Batam di jalanan.
“Jangan membiarkan transportasi yang sudah tidak layak dan sopir ugal-ugalan beroperasi di Batam,” tulis mereka.
Hingga berita ini ditulis, juga muncul petisi di www.change.org yang sudah diteken hampir 2.000 orang.
Mereka meminta angkot tak laik jalan dan ugal-ugalan agar dihentikan beroperasi di Batam.
Jumlah yang mendukung petisi ini terus bertambah.(leo/ska/opi/eja/iza)
