batampos.co.id – Indonesia terpilih menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia Bola Basket FIBA (Federation Internationale de Basketball) Tahun 2023. Tak sendiri, Indonesia menjadi tian rumah bersama dua negara lain yaitu Jepang san Filipina. Berbagai persiapan pun mulai dilakukan pemerintah menjang event internasional tersebut.

Zainuddin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menyampaikan, penting bagi Indonesia untuk sukses sebagai penyelenggara dan sukses prestasi Tim Nasional. Sehingga berbagai persiapan mesti dilakukan menyongsong perhelatan akbar tersebut.

“Berbagai fasilitas sarana prasarana yang harus kita siapkan baik untuk venue pertandingan maupun hal-hal lain yang di luar pertandingan misalnya akomodasi, transportasi, dan berbagai hal,” ujar Zainuddin.

Mengenai persiapan tim nasional (Timnas), sebagai tuan rumah, tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Khususnya dari Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan National Olympic Committee (NOC) serta dukungan berbagai pihak lainnya bagi suksesnya penyelenggaraan ini.

”Jadi kita mau sukses sebagai penyelenggara juga kita mau sukses sebagai tim nasional atau sukses prestasi,” terang Zainuddin dalam konferensi pers di Istana Negara.

Salah satu strategi yang dilakukan, menurut Zainuddin, memang melakukan naturalisasi. Namun, dia menambahkan tetap akan memaksimalkan potensi pemain lokal. Ketua Umum Perbasi juga menyampaikan bahwa kualifikasi akan tetap dilaksanakan pada tanggal 20 Februari sehingga tidak menggantungkan pada ketiadaan pemain naturalisasi.

Proses pengajuan menjadi tuan rumah, menurut Zainuddin, Indonesia mengikuti biding. Yang salah satu alasannya adalah perkembangan bola basket dan kompetisi IBL hingga kini terus berjalan.

”Nah, itulah menjadi salah satu dasar kita bahwa sebenarnya kita mampu untuk bertanding di kancah internasional. Tetapi kalau kita harus menunggu untuk harus bertanding di mana dan di berbagai tempat kesempatan itu mungkin tidak akan cepat datang. Nah dengan kita menjadi tuan rumah, kesempatan itu ada,” tambahnya.

Zainuddin yakin bola basket Indonesia sekarang ini di Asia Tenggara peringkat 2 setelah Filipina. Dia optimistis dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan minimal akan bisa sama dengan Filipina.

”Efek dari penyelenggaraan ini tentu akan, pertama terhadap pembinaan di dalam negara. Ini akan luar biasa. Banyak negara-negara yang menjadi tuan rumah baik untuk single event mauapun multi event olahraganya langsung berkembang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zainuddin memberikan contoh saat penyelenggaraan Asian Games. Prestasi olahraga Indonesia ikut baik sehingga membuat semangat untuk bidding tuan rumah Olimpiade di tahun 2032.

”Di samping itu tentu ada dampak ekonomi, pariwisata ya sport tourism dan berbagai hal yang menjadi hal yang positif buat kita. Nah kenapa kita enggak ambil kesempatan itu, itu kira-kira,” jelasnya.

Untuk persiapan Timnas, Menpora menyerahkan hal itu kepada Perbasi dan NOC sehingga posisi pemerintah adalah memberikan dukungan. ”Perencanaannya seperti apa, targetnya bagaimana kita serahkan kepada federasi. Tentu kita berkoordinasi antara Perbasi, Kemenpora, NOC kita akan sama-sama. Kan tuan rumahnya Indonesia, bukan Perbasi, bukan Menpora, bukan NOC jadi kita siapkan,” tambahnya.

Soal venue, Zainuddin optimistis dengan waktu yang masih lama cukup untuk membangun venue-venue yang baru. Untuk itulah, saat rapat tadi dihadirkan seluruh kementerian/lembaga terkait agar membantu proses pelaksanaan agenda ini.

“Kami akan minta tolong, Bapak Presiden tadi menugaskan kepada Menteri PUPR, gitu kira-kira dan berbagai hal lain. ini kita bekerja sama dan nanti akan keluar Perpres tentang penyelenggaraan kejuaraan dunia bola basket ini,” tandas Zainuddin. (luk)