batampos.co.id – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) ikut merampaikan penjualan paket umrah secara online. Ketua Umum APMHURI Joko Asmoro mengklaim, bakal tersedia 1.000 paket umrah yang dijual secara online melalui platform Aisyah (AMPHURI Information System Syariah) di website myaisyah.com.

Keberadaan platform Aisyah diperkenalkan dalam acara pre-launching di Jakarta Kamis (20/2). Acara pengenalan itu turut dihadiri Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar, dan Wakil Ketua MPR Asrul Sani.

Joko menuturkan untuk sementara platform Aisyah baru bisa diakses melalui website myaisyah.com saja. Untuk pengembangan lebih lanjut, nantinya saat grand launching juga bakal tersedia dalam bentuk aplikasi. Website myaisyah.com sudah bisa dibuka. Di tampilan utama tersedia pilihan keberangkatan, tanggal berangkat, dan jumlah peserta umrah.

Saat dicoba untuk mencari paket umrah di awal bulan Maret, tersedia paket dengan harga mulai Rp 20,5 juta/orang. Paket tersebut disediakan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) PT Muhibbah Mulia Wisata, salah satu anggota AMPHURI.

Lebih lanjut Joko mengatakan nantinya seluruh PPIU atau travel umrah anggota AMPHURI akan menjual paket umrah mereka secara online di platform Aisyah. Saat ini jumlah travel umrah anggota AMPHURI yang sudah menjual paketnya di Aisyah baru 200-an unit. Nantinya seluruh anggota AMPHURI yang mencapai 430-an travel akan ikut bergabung. ’’Aisyah akan menyiapkan 1.000 paket umrah siap berangkat setiap musim umrah,’’ katanya.

Dia mengakui saat ini banyak platform yang menjual paket umrah secara online. Joko menegaskan, platform yang mereka bangun memiliki sejumlah keunggulan. Diantaranya adalah terintegrasi dengan sistem di Kemenag. Kemudian yang terpenting adalah memberikan jaminan keberangkatan bagi calon jamaah umrah. Selama masa tunggu, uang pendaftaran umrah akan disimpan terlebih dahulu oleh bank mitra. Ini untuk antisipasi penipuan atau sejenisnya.

Ketua BPKH Anggito Abimanyu menantang AMPHURI bersama platform Aisyah untuk go internasional. Tidak hanya menyasar pasar umrah di dalam negeri saja. ’’Bagaimana sistem Aisyah ini menjadi rujukan orang di Brunei Darussalam, Thailand, dan lainnya,’’ katanya.

Anggito mengatakan, jika hanya mengandalkan pasar jamaah umrah di Indonesia saja, pasarnya kecil. Apalagi pemainnya juga banyak. Sehingga supaya bisa lebih membawa manfaat, bisa melebarkan layanan umrah untuk jamaah di luar negeri. Dia bahkan berseloroh bagaimana caranya platform Aisyah bisa berhasing dengan Agoda maupun Booking.com atau sejenisnya.(jpg)