batampos.co.id – Kondisi perekonomian Batam yang masih lesu berdampak kepada turunnya penjualan telepon seluler (ponsel) di pusat-pusat perbelanjaan elektronik,

Seperti terlihat di Lucky Plaza, terlihat sepi, Jumat (21/2/2020). Terlebih setelah PMK 199/010/2019, tentang kepabeanan dan pajak atas impor barang kiriman ditetapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Beberapa karyawan toko ponsel di Lucky Plaza menyebutkan penjualan mereka mengalami penurunan yang sangat drastis.

”Untuk sekarang sehari bisa satu HP  saja sudah senang mas,” kata salah satu karyawan toko ponsel di Lucky Plaza, Hendra.

Suasana di Lucky Plaza. Saat ini pedagang ponsel di kawasan tersebut mengaku hanya mampu menjual satu unit HP per hari setelah diberlakukannya PMK 199/010/2019, tentang kepabeanan dan pajak atas impor barang kiriman. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Ia menjelaskan, sebelum PMK 199/010/2019 diberlakukan, dirinya bisa menjual terjual empat hingga tujuh unit HP setiap hari.

“Sekarang malah kadang sehari pun tak ada yang terjual,” jelasnya.

Ia juga mengakatan saat ini pedagang di Lucky Plaza semakin lesu.

“Kami sebenarnya sudah beralih ke penjualan online, eh malah sekarang ada aturan penambahan pajak barang kiriman, jadi pembeli di luar Batam pun jadi menurun”, jelasnya.

Hendra menyebutkan apabila kondisi ini terus berlanjut, kemungkinan besar pada pedagang ponsel di Lucy Plaza.

Dari pantau batampos.co.id di lokasi saat ini banyak toko penjualan ponsel tutup.(nto)