batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menegaskan sudah menjalin kerja sama dengan beberapa daerah terkait bahan pangan.

Tujuannya adalah untuk menekan harga-harga kebutuhan bahan pangan di Batam, di salah satunya bawang putih.

”Terkait bahan pangan, khususnya bawang putih, kami sudah MoU dengan dua daerah di Padang, salah satu daerah adalah Solok,” ujar Gustian, Jumat (21/2/2020).

Menurut dia, selain menekan harga, tujuan kerja sama juga agar Batam tidak tergantung lagi dengan pangan impor. Sehingga kebutuhan Batam untuk stok pangan dapat terpenuhi.

Pemko Batam akan memasok bawang putih dari daerah lain di Kota Padang Sumatera Barat. Salah satunya dari Kota Solok. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Sebenarnya untuk bawang putih. Alhamdulillah sampai Maret masih aman. Cuma kami harus cari alternatif, agar tidak kekurangan stok,” imbuhnya.

Di sisi lain, Gustian dapat informasi, Dirjen Perdagangan sudah mengeluarkan izin impor dari Tiongkok.

Pasokan impor dari Tiongkok dipastikan aman, karena nantinya melalui proses pengecekan.

”Stok dari Cina untuk impor ke Indonesia sebenarnya aman. Namun yang jadi persoalannya sekarang, pengangkutannya bermasalah. Tak ada transportasi,” jelas dia.

Meski begitu, menurut Gustian, pada 27 Februari nanti Tiongkok kembali akan memulai proses impor.

Namun, proses tersebut diyakini akan sedikit terganggu, karena banyaknya negara yang antre untuk mendapat impor.

”Nah, supaya tak tergantung dengan negara lain, kita meng-harap dari daerah ini lah. Karena kalau yang dari Cina dipastikan terlambat karena pada antre,” jelas Gustian.(she)