batampos.co.id – Kejadian tidak mengenakkan dialami 105 karyawan Hotel Formosa. Pemilik hotel, Jerry Wang, asal Taiwan kabur meninggalkan Batam. Hak karyawan berupa gaji dan pesangon, tidak satupun dipenuhi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan hampir 80 persen karyawan sudah permanen dan cukup lama bekerja di hotel tersebut.

Saat ini pemilik hotel yang bernama Jerry Wang sudah berada di luar Batam sejak 14 Februari lalu.

”Laporannya sudah masuk ke kantor. Tadi saya juga sudah turun untuk mengecek dan bertemu karyawan hotel,” kata Rudi, Jumat (21/2/2020).

Berdasarkan laporan yang ditujukan ke Disnaker, Jerry Wang meninggalkan Batam dan membawa semua berkas dan barang-barang miliknya.

Jerry meninggalkan Batam 13 Februari  2020 menuju Singapura melalui Pelabuhan Internasional Batam Center.

”Jadi tanggal 14 (Februari), manajer hotel, Steven, mengantarkan barang milik Jerry ke Singapura. Informasinya ada cek yang dititipkan senilai Rp 300 juta untuk pembayaran gaji karyawan,” jelasnya.

“Selain itu, ada uang tambahan yang saat ini berada di salah satu bank, agar diambil untuk membayar hak karyawan. Permasalahannya semua akun transaksi atas nama Jerry. Jadi itu yang menjadi persoalan,” bebernya lagi.

Berdasarkan hasil pertemuan manajemen hotel dengan serikat pekerja. Total uang yang berada di bank mencapai Rp 977 juta.

Namun hingga sekarang tidak ada kejelasan mengenai pembayaran hak karyawan tersebut.

Manajemen justru  memutuskan untuk menutup operasional hotel mulai hari ini, Jumat (21/2/2020).

Selanjutnya, dalam hasil rapat bersama tersebut juga didapat pengakuan bahwa, pemilik gedung dengan hotel merupakan orang yang berbeda. Jerry Wang diketahui menyewa gedung untuk dijadikan hotel.

”Jadi semua pertanggungjawaban hotel atas nama Jerry Wang. Sekarang dia sudah kembali ke Taiwan dan karyawan tidak tahu bagaimana nasib mereka,” terangnya.

Menurutnya, selain pesangon, gaji bulan ini juga belum dibayar. Untuk itu, ia meminta kepada karyawan untuk berdiskusi dan mengambil kesepakatan bersama.

Hotel Formosa saat ini memiliki 100 kamar lebih. Semua aset masih berada di hotel.
Pihaknya menyarankan dua opsi.

Pertama, mencoba menghubungi pemilik gedung untuk mengambil alih hotel. Sehingga hotel tetap beroperasi dan karyawan tetap bisa bekerja.

Kedua, semua aset yang ada saat ini dijual dan hasilnya dibagi bersama berdasarkan masa kerja.

Menurutnya kalau sudah berhubungan dengan uang, persoalannya sensitif. Karena ditakutkan pembagian tidak adil dan lainnya.

”Untuk itu, saya tadi minta berembuk dulu. Kalau sudah ada kesepakatan silakan laporkan ke kami. Nanti kami akan tindaklanjuti kembali hasil kesepakatan karyawan tersebut,” terangnya.

Kata dia, hanya itu solusi yang bisa ditawarkan untuk saat ini. Sebab pemilik hotel ini sudah tidak berada di Batam.

Pasalnya, karyawan mau menuntut untuk pesangon juga tidak bisa. Sebab semua pengaturan keuangan dipegang pemilik hotel.

”Jadi kami tunggulah bagaimana hasil kesepakatan mereka. Kalau butuh untuk penyelesaian nanti kami bantu. Mu­dah-mudahan dapat solu­si terbaik untuk nasib semua kar­yawan ini,” tambahnya.(yui)