batampos.co.id – Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri menangkap tiga tekong TKI ilegal, Rabu (19/2) dari beberapa lokasi berbeda. Selain itu, polisi juga mengamankan 11 orang TKI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia, melalui jalur ilegal. Dari pemeriksaan sementara, komplotan ini meraup untung Rp 5 hingga 10 juta per orangnya.

”Para TKI ilegal ini menyeberang dari Malaysia ke Batam, tanpa melalui pemeriksaan imigrasi,” kata Wakil Direskrimum Polda Kepri AKPB Ruslan A Rasyid, Jumat (21/2/2020).

Ia mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat, yang mengatakan akan ada pemulangan TKI ilegal. Polisi pun melakukan penyelidikan atas informasi tersebut. Saat berada di lokasi yang disebutkan, polisi melihat satu kapal kecil memasuki perairan Tanjung Memban, Selasa (18/2/2020).

Namun, kapal tersebut tidak merapat hingga tepi pantai. Kapal tersebut berhenti sekitar 50 meter dari tepi pantai. Polisi melihat satu per satu penumpang diturunkan dari kapal. Begitu polisi mencoba mendekati kapal tersebut, nakhodanya langsung kabur melarikan diri.

”Saat itu kami hanya menemukan Pekerja Migran Indonesia ilegal saja,” ungkapnya.

Menurutnya aksi dilakukan tekong berbahaya, karena para TKI ilegal diantar hingga tepi pantai. ”Bahaya aksi dilakukannya, gimana kalau terjadi sesuatu. Penumpangnya tenggelam,” ucap Ruslan.

Foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

Tidak ingin buruannya kabur begitu saja. Polisi melakukan pendalaman atas kasus ini. Berdasarkan keterangan dari para korban TKI ilegal, polisi mendapati nama-nama na-khoda kapal dan anak buah kapal (ABK).

”Keesokan harinya (19/2), kami cari. Kami amankan Mk dan Ak di Kampung Melayu, Nongsa. Lalu setelah itu kami amankan An di Sagulung,” ungkap Ruslan.

Ketiganya memiliki peranan yang berbeda-beda. Ak selaku pemilik kapal, Mk selaku nakhoda kapal, dan An selaku ABK.

”Selain mengamankan tersangka kami juga mengamankan satu unit kapal berwana abu-abu.”

Ruslan mengatakan, tersangka dijerat dengan menggunakan pasal 120 jo pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2017 tentang keimigrasian. Dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun, dan paling lama 15 tahun penjara.

Terkait nasib 11 TKI ilegal, Ruslan mengatakan akan berkoordinasi dengan BP3TKI. Kesemuanya akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

”Mereka ini terdiri dari berbagai daerah. 6 orang dari Jawa tImur, satu orang dari Jawa Barat, 1 orang dari Jawa Tengah, 1 orang dari Lampung, 1 orang dari NTB dan 1 orang dari Medan,” ungkapnya. (ska)