batampos.co.id – Wabah virus Korona jenis baru dari Wuhan, Tiongkok, lagi-lagi beredar di kapal. Kali ini “menyerang” kapal pesiar World Dream yang berlayar dari Hongkong. Di dalamnya terdapat penumpang yang terserang virus Korona jenis baru atau yang bernama COVID-19. Dari total 4.600 penumpang, ternyata ada 270 orang Warga Negara Indonesia (WNI) di dalamnya.

Dalam laman Ship Technology disebutkan kapal pesiar World Dream telah dikarantina di Terminal Kapal Pesiar Tak Kai di Hongkong, karena tiga orang yang berada di kapal dinyatakan positif terkena virus Korona. Tiga penumpang asal Tiongkok itu berada di atas kapal dari 19 hingga 24 Januari 2020.

Lalu pada 2 Februari, World Dream memulai perjalanan keduanya ke Vietnam dan Tiongkok dengan penumpang baru. Pada 4 Februari, kapal pesiar ditolak masuk ke pelabuhan Kaohsiung di Taiwan. Kapal melanjutkan perjalanannya ke Hongkong pada 5 Februari.

Kini, penumpang di kapal sedang diuji untuk virus dan tidak diizinkan pulang sampai pemeriksaan kesehatan selesai. Kamar penumpang yang terinfeksi juga telah ditutup. Pusat Perlindungan Kesehatan Departemen Kesehatan Hongkong sedang menguji 1.800 penumpang dan 1.800 awak.

Sementara itu, 33 anggota kru memiliki gejala infeksi saluran pernapasan atas, tiga di antaranya mengalami demam dan dikirim ke rumah sakit. Kepala Petugas Pelabuhan DH Leung Yiu-hong mengatakan tidak diketahui berapa lama kapal pesiar akan dikarantina.

Ditolak Bersandar, Kapal Terombang-ambing

Hal senada dikatakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto yang menjelaskan awal mula perjalanan kapal World Dream tersebut dimulai dari Hongkong. Setelah itu kapal tersebut berlayar lagi ke sejumlah negara namun ditolak untuk bersandar.

“Saat ini kapal itu sudah kosong tinggal ABK-nya saja. Ada WNI sebanyak 270 orang,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/2).

Yurianto menjelaskan perjalanan kapal itu. Pada waktu seluruh penumpang sudah turun di Hongkong maka otoritas di sana memeriksa seluruh awak kapal dan semuanya negatif. Namun setelah semua penumpang turun, beberapa kemudian dilaporkan ada 1 penumpang positif.
Setelah itu kapal berlayar lagi tanpa penumpang.

“Lalu sempat menuju Malaysia karena kapal ini memang berbendera Malaysia, mau pulang niatnya. Begitu ada yang positif semua negara menolak. Nah, kapal itu jadi petualang laut sekarang, tak diizinkan bersandar,” ujarnya.

Yurianto menjelaskan posisi terakhir kapal tersebut masih terombang-ambing di perairan internasional di dekat Bintan, Indonesia. Dan, Indonesia pun menolak kapal itu.

“Rencana, respons sudah dibuat detail, sekali lagi ini masalah negara. Maka keputusan di tangan presiden. Kami siapkan rencana alternatif sampai detail. Rencana pemerintah tentu melindungi 270 WNI, maka pemerintah rencanakan jemput mereka,” ungkap Yurianto. (jpg)