batampos.co.id – Mahathir Mohamad mengajukan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Malaysia, Senin (24/2). Sebuah surat pengunduran diri disampaikan Mahathir Mohamad kepada Raja Malaysia pada pukul 13.00 waktu Malaysia pada hari Senin. Tidak ada rincian lain yang dimasukkan dalam pernyataan itu. Demikian bunyi pernyataan dari Kantor Perdana Menteri.

Dilansir dari Channel News Asia, pengunduran diri Mahathir yang mengejutkan terjadi setelah spekulasi yang semakin kuat bahwa koalisi baru akan dibentuk yang terdiri dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan lainnya.

Dr Mahathir adalah perdana menteri keempat Malaysia dari 1981 hingga 2003, ketika ia memimpin UMNO. Namun, dia keluar dari UMNO pada 2016 dan membentuk Bersatu di tahun yang sama dan mengambil peran sebagai ketuanya.

Dia lalu memimpin Pakatan Harapan (PH) pada kemenangan mengejutkan dalam pemilihan 2018 Mei, melanggar 60 tahun pemerintahan Barisan Nasional sejak kemerdekaan negara itu.

Sementara itu, Anwar Ibrahim, yang adalah presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan perdana menteri yang sedang menunggu giliran berdasarkan perjanjian PH, pada hari Minggu mengakui bahwa ia telah dikhianati oleh mitra koalisi.

Pada hari Senin pagi, Anwar dan Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail bertemu Dr Mahathir di kediamannya, bersama dengan Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokrat (DAP) Lim Guan Eng dan Presiden Parti Amanah Negara Mohamad Sabu.

Anwar kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa tidak akan tunduk kepada kelompok yang ingin mengkhianati kepercayaan rakyat. “Saya puas dengan sikapnya (Dr Mahathir) bahwa kita perlu memprioritaskan prinsip-prinsip kita,” katanya lagi.

Sehari sebelumnya, banyak kegiatan terjadi di Klang Valley karena spekulasi tersebar luas bahwa pemerintah baru akan dibentuk.(uma)