Senin, 2 Februari 2026

Partai Bersatu Mundur dari Koalisi, Anwar Ibrahim Merasa Dikhianati

Berita Terkait

batampos.co.oid – Partai Dr Mahathir Mohamad yakni Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) mengundurkan diri dari koalisi Pakatan Harapan (PH) yang berkuasa, karena situasi politik di negara itu berubah secara dramatis pada Senin (24/2) atas kemungkinan penyesuaian kembali.

Dilansir dari Channel News Asia, hal ini terjadi ketika 11 anggota parlemen dari Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang digawangi Anwar Ibrahim, termasuk wakil presiden Azmin Ali, menyatakan mereka lepas dari partai dan koalisi PH untuk membentuk blok independen di parlemen.

Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin mengatakan dewan tertinggi partai telah membuat keputusan pada hari Minggu. “Keputusan itu dibuat setelah mempertimbangkan perkembangan politik saat ini dan masa depan negara itu menjadi pertimbangan,” katanya dikutip dari Channel News Asia, Senin (24/2).

Dia menambahkan bahwa semua anggota parlemen Bersatu telah menandatangani deklarasi sumpah untuk terus mendukung dan mempercayai Dr Mahathir sebagai perdana menteri Malaysia. Namun, Dr Mahathir mengajukan pengunduran dirinya sebagai kepala pemerintahan dan sebagai ketua Bersatu pada Senin sore.

Rangkaian perkembangan tersebut mengikuti satu hari pertemuan dengan partai-partai politik pada hari Minggu, yang berpuncak dengan audiensi dengan raja Malaysia dan makan malam di sebuah hotel di Petaling Jaya.

Anwar Ibrahim menyebut perkembangan itu menjadi pengkhianatan oleh mitra koalisi. Tindakan-tindakan ini dilihat sebagai upaya untuk menghentikannya untuk menjadi perdana menteri berikutnya, sebagaimana disepakati di antara partai-partai PH ketika mereka bekerja sama untuk kampanye melawan Barisan Nasional yang penuh skandal dalam pemilihan umum 2018.(uma)

Update