batampos.co.id – Korea Selatan melaporkan dua kematian tambahan akibat Coronavirus atau virus korona. Sehingga, kini ada empat orang meninggal karena virus korona di Negeri Ginseng tersebut. Sedangkan, 123 kasus baru dilaporkan karena terinfeksi virus asal Wuhan, Tiongkok itu.
Dengan demikian, Korea Selatan menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua di luar Tiongkok, selain kasus di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang. Total pasien terinfeksi di Korea Selatan mencapai 556 kasus.
Dalam laman South China Morning Post, Minggu (23/2), di Korea Selatan, kasus infeksi virus koronan paling banyak terjadi di antara jemaat gereja. Di antaranya infeksi terbaru, yakni 75 orang yang melibatkan jemaat Gereja Shincheonji Yesus di kota selatan Daegu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menjelaskan, ratusan anggota gereja sekarang telah terinfeksi. Kondisi awal penularan ternyata dimulai oleh seorang perempuan berusia 61 tahun yang menderita demam pada 10 Februari tetapi menghadiri empat layanan gereja di Daegu sebelum dia didiagnosis.
Daegu adalah kota terbesar keempat Korea Selatan, dengan populasi 2,5 juta. Kota itu melaporkan lebih dari 90 kasus baru pada hari Minggu, sehingga totalnya menjadi 247 orang.
“Tingkat krisis pasien di Daegu dan provinsi Gyeongsang Utara sangat buruk,” kata Walikota Kwon Young-jin seperti dilansir dari Channel News Asia, Minggu (23/2).
Dia menyarankan penduduk setempat untuk tetap tinggal di dalam rumah. Walikota meminta semua anggota gereja Shincheonji yang punya gejala untuk segera diuji.
“Tak jujur bukanlah jawabannya. Jika Anda bersembunyi, itu bisa membahayakan kesehatan Anda, kesehatan keluarga Anda, dan tidak akan membantu dalam penghentian situasi ini,” kata Kwon dalam konferensi pers.
Perlu diketahui, total kasus meninggal dunia akibat virus COVID-19 itu di seluruh dunia mencapai 2.462 jiwa dan 23.092 sudah sembuh.
AS, Inggris, dan Israel Tingkatkan Kewaspadaan
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Sabtu (22/2) memperkuat kewaspadaan mereka terhadap lonjakan jumlah infeksi di Korsel. Warga AS di sana diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat bepergian ke Korea Selatan.
“Penyebaran dalam komunitas yang berkelanjutan di Korea Selatan telah terinfeksi virus, penyebarannya sedang berlangsung,” kata Departemen Luar Negeri AS pada situs webnya.
Secara terpisah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga mengeluarkan pemberitahuan kesehatan perjalanan ‘Alert Level 2’, ke Korea Selatan. Orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis harus mempertimbangkan untuk menunda perjalanan yang tidak penting.
Inggris juga telah menyarankan warga negaranya untuk waspada saat ke Daegu dan Cheongdo. Sementara Israel menolak untuk mengizinkan orang non-Israel turun dari pesawat yang berangkat dari Korea Selatan pada hari Sabtu (22/2).(jpg)
