Dulu, membeli properti seperti rumah bukanlah perkara mudah. Jika uang berlimpah, punya rumah tanpa masalah mungkin hal lumrah. Tapi, bagi yang berkantong pas-pasan, beli rumah bisa bikin lelah. Untungnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) punya inovasi layanan terbaru yang serba digital. Sehingga, beli rumah kian mudah.

Ratna Irtatik, Batam

Egi F Yorghi, salah satu karyawan perusahaan konstruksi di Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tengah dilanda dilema. Pria 26 tahun itu galau lantaran menghadapi dua pilihan yang cukup rumit.

Belum lama ini, ia menyanggupi keinginan kekasihnya yang berharap segera dipinang dan melangkah ke jenjang pernikahan.

Mengikuti adat orang tuanya, mau tak mau, ia harus menyiapkan uang dalam jumlah besar, baik itu untuk prosesi lamaran, maupun untuk keperluan saat acara pernikahan mendatang.

Namun, di sisi lain, ia juga dilematis lantaran belum punya rumah sendiri. Egi khawatir, jika nanti menikah namun belum punya hunian milik sendiri, kemungkinan besar ia dan istrinya harus tinggal di rumah kontrakan.

Hal itu tentu akan membuat dirinya dan pasangannya merasa tak nyaman, serta tak leluasa dalam beraktivitas.

Sebenarnya, Egi sudah mulai menyisihkan uang dengan menabung untuk membeli rumah sejak dua tahun terakhir.

Pasalnya, memiliki rumah sendiri memang sesuatu yang sangat ia idamkan sejak mulai bekerja di kota yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia ini.

Namun, menghadapi situasi yang ada, ia khawatir tabungannya belum cukup jika harus dibagi untuk modal menikah, sekaligus untuk membeli rumah, dengan skema kredit sekalipun.

Pasalnya, Egi mengaku minder lantaran pernah mendengar cerita dari teman-temannya, tentang sulitanya proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank.

Hal inilah yang mengganggu pikirannya dalam beberapa waktu terakhir. Untungnya, pada awal tahun ini, salah satu rekan kantornya membawa informasi yang mengubah kekhawatirannya tersebut.

Egi diberi tahu tentang hadirnya aplikasi layanan digital dari salah satu bank, yang dihadirkan untuk membantu calon nasabah yang ingin mencari rumah.

Dalam aplikasi itu, calon debitur juga bisa melihat skema pembiayaan properti berikut biaya-biaya yang dibutuhkan, hingga cara mengajukan proses kredit ke bank.

Tak perlu lama, Egi telah mengunduh aplikasi digital itu di ponsel genggamnya. Ia juga sudah beberapa kali mencoba simulasi perhitungan KPR, sesuai dengan kemampuan keuangannya.

Aplikasi tersebut tak lain adalah BTN Properti Mobile, yang diluncurkan Bank BTN.

Di aplikasi yang bisa diunduh di ponsel pintar berbasis sistem operasi Android maupun iOS tersebut, masyarakat bisa melihat daftar properti yang ditawarkan pengembang (developer), simulasi biaya yang dibutuhkan berikut cicilannya jika ingin membelinya secara kredit, bahkan hingga konsultasi kebutuhan properti.

Egi saat membuka aplikasi BTN Properti Mobile di ponsel genggamnya. Foto: Ratna/batampos.co.id

“Aplikasi ini ternyata sangat membantu sekali, apalagi bagi yang serius mau cari rumah,” ujar Egi.

Bahkan, Egi mengaku sudah menemukan rumah yang disukai. Lokasinya, di kawasan Botania, Batam Centre, Kota Batam.

Ia sudah pernah mengotak-atik skema pembiayaan dalam aplikasi digital tersebut, berapa angsuran per bulan, hingga perhitungan biaya-biaya administrasi lainnya yang dibutuhkan jika hendak mengajukan KPR itu ke bank.

“Komplet pokoknya, jadi kita bisa melihat kemampuan kita seperti apa, bisa enggak beli rumah yang diincar itu,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran aplikasi digital dari Bank BTN itu lebih memudahkan calon debitur, sehingga tak perlu datang ke bank hanya untuk menghitung atau memperkirakan nilai kredit suatu properti yang hendak dibeli.

Melainkan, cukup mencari sendiri dalam aplikasi digital pada gawai dalam genggaman. Sehingga, sangat hemat waktu.

“Jadi bisa lebih optimal, tidak membuang waktu,” kata pria yang suka menjelajah sajian kuliner di Batam tersebut.

Hal yang sama diakui Lia, pegawai swasta di Kota Batam yang juga mengaku tengah mencari rumah untuk hunian.

Namun, perempuan 25 tahun itu beruntung karena sudah mengetahui adanya layanan digital dari Bank BTN yang bisa diakses di ponselnya.

“Beli rumah kan bisa untuk investasi juga, jadi sudah mulai tertarik untuk coba-coba,” kata wanita berlesung pipit tersebut sembari tersenyum.

Menurut Lia, selama ini Bank BTN sudah dikenal luas sebagai bank yang memberikan kredit untuk pemilikan properti di Indonesia.

Sehingga, ia pun menjelajah sendiri di jagat maya dan menemukan beragam aplikasi digital dari Bank BTN.

Selain aplikasi BTN Properti Mobile, Lia juga sudah pernah mencoba mengakses layanan digital lainnya dari bank pelat merah itu.

Antara lain, lewat media sosial Instagram, dengan akun @lelang.btnbatam, maupun website btnproperti.co.id, termasuk laman, rumahmurahbtn.co.id.

“Karena kalangan muda seperti kami ini yang penting gampang diakses, jadi kita pun tertarik mau tengok harga rumah, siapa tahu ada yang cocok lalu beli,” kata Lia, sembari terkekeh.

Layanan digital yang diakses Egi maupun Lia memang jadi terobosan Bank BTN untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama menyasar segmen muda atau milenial.

Terlebih, masih banyak kalangan milenial Batam yang belum bisa mengakses kepemilikan properti.

Padahal, banyak di antaranya telah bekerja atau berwirausaha dan memiliki penghasilan sendiri.

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, ada 81 juta orang di segmen generasi milenial yang belum memiliki rumah. Angka tersebut setara 31 persen dari jumlah populasi di Indonesia.

Sementara, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin, mengatakan penduduk Kota Batam berjumlah sekitar 1,3 juta jiwa, dengan jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 372 ribu.

“Kemudian dari jumlah tersebut, yang sudah memiliki rumah sekitar 240 ribu keluarga. Sisanya, masih banyak yang belum memiliki rumah,” ujar Pebrialin.

Begitu juga Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis data warga Provinsi Kepulauan Riau yang telah memiliki rumah sendiri baru 65,70 persen pada 2017 lalu, dan meningkat menjadi 69,44 persen pada tahun 2018.

Branch Manager Bank BTN Cabang Batam, Ali Irfan, mengatakan, pihaknya memang fokus menggarap layanan digital demi membantu kalangan muda dan milenial Batam agar makin mudah mengakses pembiayaan properti.

“Milenial itu segmennya jangka panjang, sehingga kita berharap bisa mengikuti gaya hidup anak milenial,” tutur Irfan.

Tak hanya itu, sambung Irfan, pihaknya juga akan meningkatkan layanan digital yang sudah dimiliki, sekaligus bersinergi dengan mitra lain seperti lembaga financial technology (fintech) untuk membantu pembiayaan.

Bahkan, perseroan juga mulai fokus untuk menghimpun dana pihak ketiga (funding), termasuk dari segmen milenial tersebut.

“Sehingga diharapkan Bank BTN menjadi one stop services bagi sektor milenial. Tahun ini kita berharap, funding bisa tumbuh 14 persen, sementara kredit tumbuh 10 persen,” harap Irfan.

Salah satu layanan yang juga tengah ditawarkan bagi kalangan muda, terutama yang berusia 21-35 tahun, adalah memperpanjang tenor kredit.

Jika sebelumnya tenor KPR rata-rata berkisar 10 hingga 15 tahun, Bank BTN menawarkan tenor yang panjang hingga 30 tahun.

“Dengan tenor yang panjang, serta proses singkat yakni satu hari pengajuan, satu hari proses, dan satu hari akad, kita benar-benar ingin memanjakan kalangan milenial,” tuturnya.

Terobosan dan inovasi digital dari Bank BTN itu memang tak salah. Pasalnya, kalangan muda Batam memang tengah gemar berburu properti, sekaligus berinvestasi.

Hal itu diakui Direktur Marketing Puri Khayangan Residence and Apartment Batam, Rohmat Sugito.

Ia mengatakan, konsumen dari kalangan milenial punya potensi pasar yang cukup menjanjikan. Bahkan, dari total apartemen yang telah terjual, sekitar 20-30 persen pembelinya adalah kalangan milenial, dengan rentang usia 21-35 tahun.

“Karena sekarang anak-anak milenial sudah sadar pentingnya investasi. Jadi, ketika mereka punya uang, langsung saja berinvestasi properti, karena nilainya juga terus naik,” ujar Rohmat.

Tak hanya apartemen, Rohmat juga menyebut, proyek rumah tapak, Laksa View, yang digarap Mitra Laksa Propertindo, grup usaha pengembang properti tempatnya bernaung, juga laris manis.

Beberapa di antaranya, telah dibeli oleh kalangan milenial, terutama yang bekerja di sekitar kawasan industri Kabil dan sekitarnya.

“Respons kalangan milenial untuk rumah tapak kami memang tidak setinggi hunian apartemen, tapi tetap saja kalau dirata-rata, ada sekitar 10 persen yang investasi di rumah tapak ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Achyar Arfan, menyebut kalangan milenial di kota ini sangat potensial membeli properti.

Pasalnya, para milenial Batam didominasi kalangan pekerja. Termasuk, yang bekerja di beberapa kawasan industri.

“Mereka potensial karena sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, termasuk yang masih rentang usia 21-35 tapi sudah menikah, pasti sangat butuh hunian,” kata Achyar.

Menurut Achyar, terobosan Bank BTN yang meluncurkan layanan untuk memperpanjang tenor pinjaman hingga 30 tahun, sangat tepat.

“Hal itu akan meringankan besaran cicilan tiap bulan sehingga daya beli meningkat,” ujar Achyar.

Saat ini, lanjut Achyar, pihaknya juga bekerja sama dengan himpunan kawasan industri untuk menyebarkan informasi kepada para pekerja di kawasan industri, tentang adanya pameran properti yang akan digelar REI Batam.

“Karena salah satu pembeli properti potensial di Batam itu juga para pekerja, dan itu juga didominasi usia produktif dan milenial,” ujarnya.

BTN Jadi Rumah Kaum Milenial

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan mengeksekusi berbagai langkah strategis untuk menjadi rumah bagi milenial pada 2020.

Pada tahun tikus logam ini, perseroan mengincar dapat menyediakan rumah bagi milenial sekaligus sebagai rumah para kaum muda tersebut untuk menyimpan dana, hingga melakukan berbagai transaksi.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury, mengatakan ada lima strategi yang disiapkan perseroan untuk mencapai target tersebut.

Strategi pertama yang akan dilakukan yakni meningkatkan berbagai lini digital perseroan.

“Kalangan milenial ini menginginkan hal yang praktis. Dengan berbagai kemudahan digital yang kami miliki, kami membidik para milenial untuk dapat menjadikan Bank BTN sebagai rumah dalam bertransaksi maupun memiliki hunian,” jelas Pahala di Jakarta, Kamis (9/1), dalam rilis yang diterima batampos.co.id.

Selain meningkatkan bisnis digital perseroan, di bawah kepemimpinan Pahala, Bank BTN juga akan terus mengakselerasi kemitraan dengan berbagai sektor, baik di sisi perumahan maupun dengan para pemain di segmen financial technology (fintech).

“Saya melihat fintech dapat menjadi partner bagi kami untuk sama-sama dapat memberikan pelayanan terbaik terutama bagi nasabah milenial,” tutur Pahala.

Menurut Pahala, langkah strategis lain yang juga akan dilakukan Bank BTN yakni dengan mengembangkan berbagai segmen bisnis serta infrastrukturnya.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Bank BTN juga akan terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yang berfokus pada peningkatan produktivitas serta kapasitas namun tetap mengutamakan kehati-hatian.

Pada 2020, perseroan juga akan menerapkan bisnis model yang baru yang lebih berfokus pada ritel serta wholesale funding.

Aksi tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya dana sehingga meningkatkan profitabilitas perseroan.

“Kami juga ingin menempatkan posisi BTN tidak hanya sebagai bank spesialis perumahan, tapi juga sebagai bank tabungan sebagai tempat menabung khususnya bagi para milenial,” ujarnya.(*)