batampos.co.id – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) membentuk tim di daerah untuk menanggulangi tumpahan minyak di laut Provinsi Kepulauan Riau.

“Hari ini kita akan membahas mengenai kebijakan pembentukan tim daerah untuk penanggulangan tumpahan minyak di laut Kepri,” kata Asisten Deputi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Sahat Panggabean,” Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, tumpahan minyak di laut Kepri sangat penting untuk ditangani. Dia menyebutkan, pencemaran laut di daerah akibat tumpahan minyak ini terus terjadi setiap tahunnya.

Akibatnya, pembersihannya menjadi sulit, karena minyak sudah menempel di pantai-pantai, maupun di coral.

Rapat pembentukan tim penanggulangan tumpahan minyak di laut Provinsi Kepri. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Ia juga menyampaikan bilamana pelaku pembuangan minyak limbah kelaut tertangkap akan dijerat dengan dua undang-undang.

“Kami akan tindaklanjuti, bila mana mereka ketangkap kemudian kita kasih dua UUD tersebut, supaya bisa memberikan efek jera,” paparnya.

Dua UU tersebut yaitu:

1. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

2. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Sementara itu Danguskamla Armada I, Laksma TNI Yayan Sofiyan, mengatakan, pihaknya akan saling koordinasi dengan beberapa pihak terkait.

“Kita ngak usah banyak orang untuk menangani ini, nanti malah ribet, yang penting kita saling koordinasi satu sama lain, dan selanjutnya kita tukar informasi mengenai kapal yang mencurigakan dan segera kita tindak lanjuti,” paparnya.(nto)