batampos.co.id – Meski Pemilu 2024 masih jauh, namun sejumlah lembaga survei mulai membaca arah perpolitikan nanti. Apalagi Pemilu 2024 adalah era regenarasi. Sebab, Jokowi tidak lagi bisa mencalonkan diri sebagai capres.

Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research dalam surveinya menyatakan, peta kekuatan parpol tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2019. PDIP diprediksi kembali unggul di pemilihan legislatif.

“Jika pemilu digelar saat ini, PDIP meraih elektabilitas tertinggi yaitu sebesar 28,7 persen,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers di Jakarta, pada Selasa (25/2).

Sedangkan Gerindra, lanjut Vivin, membayangi dengan elektabilitas 14,3 persen. Lalu diikuti tiga parpol lainnya, yakni Golkar (9,4 persen), PKS (6,2 persen), dan PKB (5,1 persen). Sementara untuk suara Demokrat diperkirakan sebesar 3,5 persen, disusul PPP (3,0 persen), Nasdem (2,6 persen), dan PSI (2,5 persen).

“PSI mengalami peningkatan elektabilitas jika dibandingkan perolehan suara pada Pileg 2019 lalu yang hanya meraih 1,89 persen,” imbuh Vivin.

Menurut Vivin, PSI saat ini meski tidak memiliki wakil di Senayan, tetapi berhasil menguasai satu fraksi di DPRD DKI Jakarta. Nah, konsistensi anggota DPRD DKI dari fraksi PSI dalam mengawal Pemprov DKI dapat mempengaruhi elektabilitasnya.

Untuk pasangan capres, indEX Research dalam surveinya menyatakan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan merupakan capres terkuat saat ini. Absennya Jokowi pada Pemilu 2024 mendatang memberi peluang kepada Prabowo untuk maju kembali dan memenangkan pilpres. Elektabilitas Prabowo paling tinggi di antara tokoh-tokoh lain yang mencapai 21,1 persen.

Figur-figur di luar koalisi pendukung Jokowi pada pilpres lalu juga mendulang elektabilitas yang tinggi, yaitu Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta itu meraih elektabilitas 13,3 persen, disusul oleh Sandiaga Uno sebesar 11,4 persen.

Sedangkan kader PDIP yang paling tinggi elektabilitasnya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yaitu sebesar 9,9 persen. Kemudian untuk nama-nama berlatar belakang kepala daerah yang berpeluang maju ke panggung elektoral di tingkat nasional adalah Ridwan Kamil (7,3 persen), Tri Rismaharini (4,5 persen), dan Khofifah Indar Parawansa (2,6 persen).

Adapun survei indEX Research ini dilakukan pada 1-10 Februari 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(jpg)