Durian tak hanya nikmat dimakan langsung. Olahan si raja buah tersebut dikenal menghasilkan aneka ragam kuliner. Sambal durian di antaranya. Menu itu bisa ditemukan di sejumlah daerah di Jatim.

KAWASAN pegunungan di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, begitu terkenal sebagai salah satu destinasi wisata durian unggulan yang ada di Jawa Timur (Jatim). Para penggemar durian yang ”berselancar” di Wonosalam bisa menikmati ragam sajian bertema durian. Mulai aneka varietas buahnya (baik buah lokal maupun manca), wisata durian, hingga ragam kuliner olahan si raja buah.

Ya, di Wonosalam, para pencinta durian bisa menemukan aneka menu yang berbahan dasar king of fruit itu. Warga di kecamatan yang berjarak 30 kilometer dari Kota Jombang tersebut seakan sudah tahu bagaimana cara mengolahnya. Beberapa di antaranya terbilang tak biasa. Sambal durian salah satunya.

Kuliner itu bisa ditemukan di Desa Panglungan. Ada sejumlah warga yang menjajakan sambal durian. Antara lain Dwi Cahyo Utomo yang sudah dua tahun menggeluti usaha kuliner yang satu itu. ”Menu ini sudah ada sejak 2017. Awalnya karena ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda untuk pencinta durian (yang datang ke Wonosalam, Red),” ujar Dwi saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang.

Di Wonosalam beragam olahan durian memang sudah bermunculan sejak lama. Mulai kolak durian, durian bakar, pancake, hingga aneka kuliner lain. ”Karena itu, saya ingin menu yang lain,” tambahnya.

Dari situlah Dwi mencoba membuat sambal durian. Seperti namanya, kuliner tersebut tak jauh berbeda dengan sambal-sambal pada umumnya. Bahannya berupa cabai dan aneka rempah yang biasa jadi bahan dasar sambal.

Seluruh bahan itu dicampur jadi satu, lalu diulek mentahan. Setelah itu daging buah durian yang sudah dipisahkan dari bijinya dicampur ke dalamnya. Durian yang dipilih adalah durian lokal asli Wonosalam. ”Rasanya tidak terlalu manis. Ada legitnya juga,” ucapnya.

Sambal durian yang sudah diulek itu disajikan bersama seporsi bebek goreng atau bakar. Menu olahan Dwi memiliki rasa yang maknyus pol. Paduan rasa pedas khas sambal mentah dan legit pahit khas durian lokal membuat lidah para pemburu durian ketagihan.

Karena itulah, menu tersebut diminati banyak pencinta kuliner, khususnya penggemar durian. Dalam sehari Dwi bisa menghabiskan 10–20 buah durian untuk dijadikan sambal.

Sambal durian asal Wonosalam juga memiliki banyak pelanggan tetap. Mereka kebanyakan berasal dari daerah Jatim. Mulai Surabaya, Malang, Madiun, hingga Madura.(*/c9/ris)