batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Kepri memiliki pimpinan baru. Adalah Musni Hardi Kasuma Atmaja, yang menggantikan pimpinan BI Perwakilan Kepri sebelumnya, Fadjar Majardi.
Acara pengukuhannya dilaksanakan di Gedung BI Perwakilan Kepri di Batam Center, Jumat (28/2/2020).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan proses rutin yang dilaksanakan di Bank Indonesia, terutama dengan melihat dinamika isu-isu nasional maupun kedaerahan yang terus berkembang.
”Sehingga perlu direspons dengan baik melalui tata kelola organisasi maupun sumber daya manusia yang aktif dan senantiasa mengikuti perubahan,” katanya, saat konferensi pers usai acara pengukuhan.
Target akhir kebijakan BI adalah menempatkan kader-kader pemimpin terbaik yang siap menghadapi berbagai tantangan ke depan.
”Yakni untuk mewujudkan visi BI sebagai bank sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia,” tuturnya.
Dody menyampaikan bahwa Kepri memiliki potensi keunggulan baik dari sisi pariwisata maupun peluang investasi yang bisa terus ditonjolkan sebagai kunci dalam menopang pertumbuhan dan ketahanan ekonomi daerah.
”Dalam konteks pengembangan pariwisata, penerapan formula 3A2P (Akses, Atraksi, Amenitas, Promosi dan Pelaku Usaha Pariwisata) dapat terus dikembangkan secara inklusif dengan senantiasa melibatkan kontribusi UMKM lokal sebagai bagian dari value chain yang membentuk sektor perdagangan dan jasa di dalamnya,” paparnya.
Sementara sinergi kebijakan dalam meningkatkan iklim investasi dapat ditempuh melalui harmonisasi regulasi, meningkatkan promosi perdagangan, penyiapan kuantitas dan kualitas SDM yang linkage dengan industri, serta mengembangkan value chain regional agar tehindar dari risiko ketergantungan impor bahan baku.
Di tempat yang sama, Kepala BI Perwakilan Kepri yang baru, Musni Hardi mengatakan di bawah kepemimpinannya, BI Perwakilan Kepri siap bersinergi dengan stakeholder lain untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kepri.
”Program kerja dan kegiatan berkaitan investasi tetap dijaga. Begitu juga dengan konsumsi, kami akan jaga supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” paparnya.
BI juga akan mengawasi implementasi kebijakan yang merupakan insentif bagi sektor pariwisata.
”Pariwisata tetap dijaga agar tak turun drastis. Kita sekarang nomor dua setelah Bali. Turis kita dari Singapura, Malaysia dan Tiongkok. Makanya kita lakukan sinergi kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri,” tegasnya.(leo)
