Kamis, 16 April 2026

PKS Minta Presiden RI Desak India Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

batampos.co.id – Bentrokan dan kekerasan yang menimpa muslim di India yang menewaskan 27 orang dan melukai ratusan orang telah menimbulkan keprihatinan dunia. Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meminta Pemerintah RI aktif mendesak India agar menghentikan tindak kekerasan tersebut karena menyangkut persoalan kemanusiaan dunia.

“Sebagai anggota Dewan HAM dan DK PBB serta negara sahabat India yang cinta damai dan juga negara mayoritas muslim, tentu kita prihatin dengan apa yang terjadi di India. Indonesia harus bersikap tegas menyuarakan keprihatinan dan mendesak India menghentikan tindak kekerasan, intoleransi, dan diskriminasi tersebut,” ujar Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/2).

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, tidak ada justifikasi pembenaran tindak kekerasan atas dasar intoleransi dan diskriminasi. Sebagai negara besar dan berdaulat India harus mampu mewujudkan kedamaian di tengah-tengah rakyatnya atas prinsip kesamaan dan keadilan bagi semua. Serta menyelesaikan perbedaan dengan jalan dialog.

“Perlindungan dan keamanan warga negara dari tindak persekusi, intoleransi, dan diskriminasi adalah hal yang utama bagi sebuah negara. Kita yakin dan berharap India dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik sehingga semunya dapat hidup berdampingan secara damai dan harmoni,” ungkap Jazuli.

Namun, lanjutnya, jika India dan kelompok politik di dalamnya tidak bisa memberikan jaminan tersebut maka atas nama kemanusiaan, hak asasi manusia, dan perdamaian dunia kita meminta PBB dan komunitas internasional untuk turun tangan melakukan investigasi, penjagaan keamanan serta jaminan keselamatan warga dan minoritas muslim India sebagai bagian dari warga dunia.

Sejumlah media melansir, bentrokan antaretinis itu terjadi disulut oleh disahkannya UU Kewarganegaraan yang kontroversial di India. Inilah yang menimbulkan protes muslim India yang berujung bentrok dan pembakaran sejumlah masjid dan pemukiman muslim.(jpg)

Update