batampos.co.id – Pada bulan Februari ini, tunggakan listrik pelanggan PLN di wilayah Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun kurang lebih 500 pelanggan.

Tunggakan listrik tersebut, mulai dari pelanggan rumah tangga, swasta hingga kantor pemerintah daerah yang apabila dinominalkan cukup banyak.

”Kalau angka rupiahnya tidak bisa kita sebutkan, karena pelanggan satu sama lainnya berbeda penggunaanya. Untuk itu kita imbau agar segera melunasi tunggakan PLN, ” terang Manager PLN ULP Tanjungbalai Karimun Jaswir, Jumat (28/2/2020).

Kenapa demikian, mengingat terjadinya keterlambatan pelunasan pelanggan PLN bisa berpengaruh juga terhadap pemasukan pendapatan ke pusat dalam hal ini PLN Pusat.

Sebab, pelanggan yang belum melunasi pembayaran sudah terlihat dari sistem yang teritegrasi ke pusat.

Sehingga, tidak bisa dibantu apabila petugas PLN melakukanpemutusan kepada pelanggan.

“Jadi pelanggan yang menungguk langsung kita surati. Artinya, ketika kita melakukan pemutusan tidak ada toleransi lagi,” ujarnya.

Untuk proses pembayaran sendiri, saat ini sudah bisa menggunakan aplikasi PLN Mobile yang bisa diunduh melalui telepon pintar.

Sehingga, bagi para pelanggan tidak bisa lagi untuk alasan telat bayar maupun tidak ada pemberitahuan dari PLN.

Dengan demikian, pihaknya menghimbau kepada pelanggan PLN agar pembayaran listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya.

“Melalui aplikasi PLN mobile bisa dimanfaatkan, melihat tagihan bulanan, menambah daya, pengaduan gangguan dan sebagainya,” jelansya.

“Apabila, pelanggan sudah sering menunggak, maka kita berikan solusi dengan mengganti materan pra bayar atau meteran pulsa,” ujarnya lagi.

Saat ini PLN ULP Tanjungbalai Karimun, mempunyai pelanggan mencapai 45.500 pelanggan dengan daya listrik yang masih surplus mencapai 9 Megawatt dengan beban puncak 28 Megawatt.

Sehingga, untuk kebutuhan listrik sendiri masih mencukupi bagi yang ingin memasang bisa melakukan pendaftaran secara online maupun datang ke kantor PLN ULP Tanjungbalai Karimun.

“Alhamdulillah, untuk saat ini kita masih tetap melayani pelanggan baru. Termasuk di zonasi kelistrikan yang ada di kecamatan Meral, Meral Barat,” kata Jaswir.

Sementara itu Rahmat salah seorang pelanggan PLN yang berada di komplek perumahan Kolong, sekarang tidak lagi khawatir terhadap pembayaran listrik.

Mengingat, dirinya sudah beralih ke paska bayar atau listrik pulsa yang sebelumnya pra bayar setiap bulan yang harus meraba-raba berapa pembayaran listrik bulan depannya.

”Ada enaknya sih kalau listrik pulsa ini, kita bisa atur berapa mau beli setiap bulan. Lumayanlah, lebih irit biaya bulanan dari listrik,” ucapnya sambil memperlihatkan meteran listrik.(tri)