batampos.co.id – Lebih dari 850 jamaah umrah Indonesia yang transit di sejumlah negara ketiga sudah kembali ke tanah air. Mereka dipulangkan lebih awal karena terdampak kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.
”Catatan kami, sampai malam ini (tadi malam, Red) ada 856 jamaah umrah yang transit telah kembali ke tanah air,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim tadi malam. ”Sebanyak 504 jamaah transit di Uni Emirat Arab (UEA), 112 jamaah di Singapura, dan 240 jamaah di Malaysia,” imbuhnya.
Arfi menjelaskan, 504 jamaah yang transit di UEA terbagi dalam empat penerbangan menggunakan dua maskapai Etihad Airways (EY) dan Emirates Airlines (EK).
”Jamaah yang transit di Singapura ada 112 dan semuanya sudah kembali ke Indonesia dengan maskapai SCOOT,” jelas Arfi.
Di bagian lain, 240 jamaah umrah Indonesia yang transit di Malaysia juga sudah pulang. ”Mereka sudah kembali ke daerah asalnya di Bandara Soetta CGK secara bergelombang sejak pukul 09.00 hingga 20.20 WIB,” terangnya.
Sementara itu, hingga kemarin, pemerintah memulangkan 2.698 jamaah umrah dari Arab Saudi. Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyatakan, sejauh ini proses kepulangan jamaah berjalan lancar. ’’Sampai hari ini (kemarin, Red) pukul 14.00 waktu Arab Saudi (WAS), sementara tercatat ada 2.698 jamaah umrah Indonesia yang kembali ke tanah air. Data ini akan terus bertambah seiring dengan jadwal kepulangan yang sudah ditentukan,’’ terangnya Sabtu (29/2).
Endang menambahkan, tim KJRI Jeddah sejak kemarin terus berupaya memfasilitasi kepulangan WNI jamaah umrah ke tanah air setelah menyelesaikan ibadah umrah. ’’Tim KJRI Jeddah menyisir semua konter maskapai penerbangan untuk mengetahui WNI yang melakukan check-in melalui Bandara Jeddah, baik terminal haji, Saudia, maupun terminal internasional, serta melalui Bandara Madinah,’’ jelasnya.
Dia mengakui, sampai saat ini memang belum ada statemen resmi dari pemerintah Saudi menyangkut pencabutan larangan masuk penerbangan umrah ke Makkah dan Jeddah. Meski begitu, dia meyakinkan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya melobi Saudi. Termasuk soal kesiapan pelaksanaan ibadah haji.
Di bagian lain, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sukses melobi otoritas Arab Saudi untuk mencabut larangan masuk bagi pemegang visa turis asal Indonesia. Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono menuturkan, pemerintah sudah memaksimalkan proses lobi. Menlu Retno Marsudi sudah bertemu dengan duta besar Saudi di Jakarta. Duta besar (Dubes) RI di Saudi juga telah bersurat kepada pihak Kemenlu Saudi.
”Saya juga sudah ketemu pejabat Kemenlu, Kemendagri, dan bandara di Jeddah. Tujuannya paling tidak agar Indonesia tidak masuk negara yang dilarang masuk dengan visa turis,” ujar Eko Hartono.
Lobi-lobi tersebut berbuah manis. Indonesia keluar dari daftar negara yang dilarang masuk untuk pemilik visa turis. Merujuk pada pernyataan Kementerian Pariwisata Saudi, sampai kemarin ada tujuh negara yang pemegang visa turisnya dilarang masuk untuk sementara. Yaitu, Tiongkok, Italia, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Kazakhstan. ”Tadi Indonesia sudah nggak masuk,” ungkapnya.
Namun, lanjut dia, pemegang visa turis di luar tujuh negara tersebut, termasuk Indonesia, tetap tidak boleh masuk Makkah dan Madinah. ”Tapi, ini Saudi serius. Hari ini (kemarin, Red) keluar pengumuman bahwa warga negara dari negara-negara kerja sama teluk juga nggak boleh masuk untuk sementara,” sambungnya.
Alasannya, sudah ada warga negara-negara tersebut yang positif virus korona (Covid-2019).(jpg)
