batampos.co.id – Yayasan Panacea Training Centre bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Jasa Utama Capital Securitas (JUCS), meresmikan galeri investasi di Tiban Bukit Asri Sekupang, Selasa (3/3/2020) malam.

Direktur galeri investasi bursa efek Panacea, Gabriel Sianturi, mengatakan, dengan hadirnya galeri investasi diharapkan memberikan sebuah wadah berkumpul bersama dan belajar mengenal mengenai dunia saham.

“Bagi yang sudah berpengalaman mengenai saham, bagi yang pernah gagal atau berhasil dan bagi yang belum mengenal sekalipun seperti apa itu saham, silakan datang,” jelasnya.

Ia mengatakan, galeri investasi terbuka untuk siapa saja yang ingin mengetahui tentang saham, berdiskusi bersama dan sama-sama belajar.

“Tujuan didirikannya galeri investasi untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang saham, sekaligus pelatihan pendidikan manajemen untuk meminimalisir penipuan berkedok investasi saham,” jelasnya,

Ia menjelaskan, pihaknya fokus pada pendidikan kesehatan dan keuangan.

“Kenapa? Karena keuangan itu tak terlepas dari kondisi perekonomian saat ini,” terangnya.

Menurutnya pengeluaran dan kemauan seseorang itu jangan sampai melampaui batas dan kondisi keuangannya.

“Jangan sedikit-sedikit menyalahkan pemerintah, masyarakat juga harus memahami dan memanajerial keuangannya sendiri,” paparnya.

Peresmian galeri investasi di Tiban Bukit Asri Sekupang, Selasa (3/3/2020) malam. Galeri investasi ini digagas oleh Yayasan Panacea Training Centre bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Jasa Utama Capital Securitas (JUCS). Foto: batampos.co.id/Galih

“Sekuritas sudah ada di genggaman melalui seluler kalau ingin belajar memahami dunia saham,” katanya lagi.

Sementara Direktur Operasional PT JUCS, Rangga Raharja, menegaskan, calon investor harus mengerti apa yang diinvestasikannya.

“Galeri investasi, sangat membantu masyarakat untuk belajar apa itu investasi, seperti apa caranya,” ujarnya.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Evan Octavianus Gulo, mengatakan Galeri Panacea merupakan galeri investasi BEI yang ke-5 di Provinsi Kepri dan non kampus perdana di Kepri.

“Kalau Indonesia sudah yang ke-15. Di Kepri sudah tercatat 12 ribu investor dan terus bertambah. Kedepannya akan ada kegiatan setiap bulannya,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mengajak masyarakat untuk nabung saham. Selama ini yang beredar, persepsi di masyarakat bahwa saham itu ada judinya, padahal sebenarnya bukan judi.

Kepala Perwakilan OJK Kepri, Iwan M Ridwan, mengatakan, tahun ini akan terlaksana juga galeri investasi di Tanjungpinang. Masyarakat sering melihat dari sisi perbankan.

“Kami sering juga menyampaikan 3 M yakni Mengatur, Mengawasi, dan Melindungi. 2014 pasar modal ini masih langka, banyak masyarakat yang tidak mengenal, 2019 ini mengalami peningkatan,” ujarnya.(gas)