batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk) Karimun melakukan perekaman data terhadap para pelajar yang sudah memasuki usia 17 tahun.

Petugas Disduk Karimun langsung turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman dengan membawa alat yang telah disediakan.

“Baru 13 SMA/Sederajat yang sudah dilakukan Print Ready Record (PRR) mencapai 783 pelajar,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karimun M Tahar, Selasa (3/3/2020).

“Untuk di pulau Karimun saja, nanti akan dilakukan hal yang sama di luar pulau Karimun,” kata dia lagi.

Proses perekaman tersebut, bertujuannya untuk mendapatkan identitas bagi para pelajar yang akan lulus nanti.

Mengingat, pada bulan depan akan dilaksanakan Ujian Nasional (UN) yang secara otomatis para pelajar akan fokus menghadapi UN pada awal bulan nanti.

Sehingga, untuk perekaman digesa hingga akhir bulan Maret nanti.

“Jadi kita kejar untuk dilakukan perekaman. Agar, nanti ketika sudah selesai melaksanakan UN,” paparnya.

Petugas Dinas Kependudukan Kabupaten Karimun merekam data pelajar di salah satu sekolah. Foto: batampos.co.id/Tri Haryono

Para pelajar tersebut lanjutnya, sudah bisa mengantongi KTP-elektronik sebagai identitas diri untuk persyaratan melanjutkan sekolah maupun bekerja,

Menurutnya, saat ini sudah ada 4000 lembar blangko KTP-elektronik yang diambil dari pusat pada akhir Februari lalu.

Namun, lanjutnya, pihaknya masih kekurangan blangko KTP-elektronik. Seperti, KTP-elektronik yang rusak, hilang, perubahan biodata dan sebagainya masih tetap dipergunakan Surat Keterangan (Suket) sementara pengganti KTP-elektronik.

“Untuk pencetakan Suket, tetap kita keluarkan tanpa batas. Tapi, untuk pencetakan KTP-eL terbatas satu hari bisa mencetak 100 blangko KTP-eL saja,” terangnya.

Pantauan di kantor Disduk Karimun, masyarakat yang melakukan pengurusan KTP-elektronik masih cukup ramai.

Sedangkan, di sekolah para pelajar cukup antusias mengikuti perekaman KTP-elektronik.

Dengan antri satu persatu, para pelajar tersebut mendatangi petugas mulai dari perekaman sidik jari, mata, tanda tangan digital hingga foto setengah badan.

“Alhamdulillah, kali pertama saya mempunyai identitas diri. Sebagai pegangan dalam aktivitas diluar rumah nanti, bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan,” ucap salah seorang pelajar.(tri)