Senin, 27 April 2026

KKP Cari Penumpang yang Satu Kapal dengan Pasien Corona Singapura

Berita Terkait

batampos.co.id – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam masih melacak semua penumpang kapal yang berangkat bersamaan dengan dua pasien baru corona asal Singapura, baik saat menuju Batam maupun kembali ke Singapura.

Hingga kemarin belum semua ditemukan untuk dicek kesehatan dan dikarantina.

“Kalau penumpang sebagian sudah diamankan, termasuk dari kru kapal yang ditumpangi oleh Vp,” kata Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Batam, Romer Simanungkalit, Selasa (3/3/2020).

“Sejak kemarin malam, seluruh kru kapal kami minta tetap berada di kapal mereka, sebelum dipindahkan ke Asrama Haji Batam,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, hanya tinggal beberapa orang saja yang masih dicari KKP. Namun, nomor telepon dan alamat rumah para penumpang tersebut sudah didapat pihak KKP.

Terkait dengan kapal yang ditumpangi Vp, Romer mengatakan, KKP telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan sehingga kapal tersebut telah steril. Namun begitu, kapal tersebut tidak boleh beroperasi sementara waktu.

“Hingga kini belum jalan kapalnya,” sebutnya.

Mengenai kebutuhan warga Batam yang dikarantina di Asrama Haji Batam, Romer mengatakan, masalah kebutuhan dan pengawasannya di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

Suasana di KKP Pelabuhan Batam Centre. masih melacak semua penumpang kapal yang berangkat bersamaan dengan dua pasien baru corona asal Singapura, baik saat menuju Batam maupun kembali ke Singapura. Foto: batampos.co.id/Azis Maulana

“Termasuk juga 15 orang yang sebelumnya sudah dalam pemantauan, pengawasannya di bawah Dinkes,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, saat ini pihaknya fo­kus memantau perkem­bangan 15 warga yang dikarantina di Asrama Haji Batam.

Hingga saat ini, kondisi semua WNI itu dalam keadaan sehat. Tim kesehatan terus memantau dan memastikan mereka tidak ada gejala virus corona.

“Semua sehat. Lagi dipantau lebih intens,” imbuhnya.

Kepala KKP Kelas I Batam, Achmad Farchanny, menambahkan, pengawasan di Pelabuhan Batam akan diperketat.

“Sejak kemarin memang sudah ketat, tapi kini lebih diketatkan lagi,” jelasnya.

Semua penumpang yang akan memasuki Batam, terlebih dahulu mengisi health alert card.

Mereka harus mengisi dengan benar dan jujur. Setelah itu, mereka diminta masuk satu per satu berjalan ke arah thermal scanner.

“Jadi, tidak rombongan lagi, satu per satu. Begitu lolos dari thermal scanner barulah ke imigrasi,” ungkapnya.

Apakah yang demam diizinkan tetap masuk? Achmad mengatakan, bagi yang demam, disarankan untuk kembali ke negaranya masing-masing.

Namun, apabila memaksa masuk ke Batam, maka pihak KKP akan melakukan tindakan penanganan medis terhadap penumpang tersebut.

“Mereka memaksa masuk, kami akan bawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tentunya dalam pengawasan,” tuturnya.

Ia mengatakan, kebanyakan penumpang yang mengalami demam, dengan sukarela kembali ke negaranya masing-masing.

“Sudah ada yang kami sarankan untuk kembali, dan mereka menerima hal tersebut,” sebutnya.(ska/she/yui/rng/iza)

Update