Rabu, 15 April 2026

Pak Bupati/Walikota, Begini Etika Soal Informasi Pasien Virus Korona

Berita Terkait

batampos.co.id – Sikap pemerintah daerah dalam penyampaian informasi mengenai identitas pasien virus Korona jenis baru dianggap menyalahi etika. Untuk itu, Kemenkes meminta para pemerintah daerah menahan diri dalam menyampaikan kasus virus korona.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menegaskan, pemerintah daerah harus menegakkan etika dalam penyampaian informasi pasien. Semua informasi seharusnya satu pintu dari Kementerian Kesehatan.

“Jaga etikanya, di dalam penegakan diagnosa ada rahasia-rahasia etika kedokteran. Merahasiakan identitas pasien. Kalaupun disebut hanya gender dan usia,” tegas Yurianto kepada wartawan, Selasa (3/3).

Jika ada penyebutan identitas pasien dan di mana merawatnya, kata dia, pasti hal itu bukan dari Kemenkes. Merahasiakan nama RS tempat pasien dirawat juga bagian dari etika.

“Merahasiakan nama RS. Ini etika. Sama ketika Asisten Rumah Tangga di Singapura enggak diberitahu. RS-nya juga enggak dikasih tahu. Kalaupun Anda tanya, pasti saya enggak jawab,” katanya.

Maka, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah bagaimana seharusnya penyampaian informasi terkait pasien. Pengumuman kasus pertama pun disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami sampaikan kasus ini konfirm positif atau tidak itu detailnya Kemenkes. Karena kasus pertama, maka biar Pak Presiden,” ujar Yurianto.

“Dalam ranah-ranah medis, biarkah medis yang umumkan. Nanti malah bias informasinya,” jelasnya.

Seperti diketahui, kasus pasien positif virus korona di Depok, sejumlah data identitas pasien bocor di ruang publik. Dari mulai nama, identitas, hingga alamatnya. Padahal semuanya itu menyalahi etika kedokteran di mana nama dan identitas pasien harus dirahasiakan dan baru bisa diumumkan jika pasien dan keluarganya mengizinkan.

Namun yang terjadi di Depok, justru informasi terlalu terbuka secara gamblang. Begitu pula rumah sakit tempat pasien dirawat. Wali Kota Depok Mohammad Idris juga menggelar konferensi pers dan menyebutkan nama rumah sakit tempat pasien dirawat. Baru-baru ini pun daerah Cianjur juga mengumumkan pasien virus Korona.(jpg)

Update