Kamis, 9 April 2026

Begini Skenario Pemerintah Antisipasi Virus Korona Gelombang Kedua

Berita Terkait

batampos.co.id – Isu wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus berkembang. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, saat ini dunia menghadapi gelombang kedua penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu. Pemerintah juga telah menyiapkan skenario jika virus tersebut makin menggila.

”Pada second wave (gelombang kedua, Red) ini, kondisinya tidak sama dengan first wave yang di Wuhan,” tutur pria yang akrab disapa Yuri itu.

Dia menjelaskan, karakter gelombang kedua berbeda. Persebaran penyakit tergolong lebih cepat. Kemarin (4/3), misalnya, dilaporkan ada 20 negara yang baru menyatakan positif kasus Covid-19. Persebaran yang cepat itu, menurut Yuri, disebabkan mereka yang sakit menunjukkan gejala minimal. Bahkan, ada yang tidak bergejala sama sekali. Masa inkubasinya pun lebih lama. Jika pada gelombang pertama hanya 14 hari, sekarang inkubasinya mencapai 28 hari. Akhirnya, banyak negara yang memperkuat pintu masuk, termasuk Indonesia.

Menyikapi hal itu, Yuri menyatakan bahwa pemerintah memiliki beberapa skenario antisipasi. Pertama, terkait sistem rujukan. Pemerintah telah menetapkan 100 rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia yang siap menerima pasien terindikasi Covid-19. Namun, jika ada di antara 100 RS itu yang tidak memiliki alat mumpuni, misalnya ventilator, pasien boleh dirujuk.

Kedua, agar hasil penelitian laboratorium lebih cepat keluar, balai teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit (BTKL-PP) di daerah disiapkan. Menurut Yuri, Indonesia memiliki sepuluh BTKL dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL). Standarnya harus memiliki biosafety level 2 (BSL 2). ”Jika di laboratorium Balitbangkes ruangannya yang BSL 2, daerah memiliki kota untuk meneliti spesimen yang sudah BSL 2,” tutur Yuri.

Pemeriksaan Covid-19 di Indonesia dilakukan dua tahap. Yakni, polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequence. ”Di daerah hanya pemeriksaan PCR,” tuturnya. Tenaga laboratorium di daerah sudah dilatih untuk hal itu. Namun, penelitian Covid-19 akan didampingi petugas dari pusat.

Skenario ketiga adalah persiapan tempat khusus ketika banyak negara yang melakukan lockdown seperti Wuhan. Salah satu tempat yang direncanakan digunakan adalah Pulau Galang di Batam. Yuri sudah diminta untuk melihat pulau tersebut. Pulau itu nanti tidak hanya digunakan untuk rumah sakit, tapi juga penunjang lain.

”Pulau Galang itu adalah bekas penampung manusia perahu dari Vietnam. Masih ada bangunan. Bahkan, ada sisa rumah sakit,” katanya. Pulau tersebut dulu dibangun UNHCR untuk pengungsi Vietnam.(jpg)

Update