Jumat, 10 April 2026

Ratusan Bangunan Liar Bakal Ditertibkan

Berita Terkait

batampos.co.id – Sebanyak 10 titik kegiatan fisik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Batam akan berimbas terhadap penertiban beberapa bangunan di tepi
jalan pada 2020 ini.

Seiring proyek ini dikerjakan, ratusan bangunan akan ditertibkan, yang jumlahnya didominasi bangunan liar.

”Ada ratusan bangunan yang akan ditertibkan pada sepuluh titik tersebut,” kata Kepala Satpol PP Batam, Salim, Rabu (4/3/2020).

Salim menyebutkan, kegiatan DBM SDA umumnya pengerjaan atau penataan jalan. Seperti, penataan Simpang Barelang yang berdampak penertiban bangunan liar dari SPBU Top 100 hingga seberang Buana Bukit Permata.

Di lokasi ini, BP Batam dan DBM SDA telah turun menentukan batas koordinat jalan.

”Kalau sudah jelas batasnya, baru kami lakukan tahapan penertiban. Seperti sosialisasi pada pedagangnya,” ucap dia.

Soal kapan penertiban akan dimulai, mantan Kepala Dinas Kominfo Batam ini tak bisa memastikan.

Namun, ia berharap penertiban dapat dimulai Maret ini.

Bangunan liar yang berada di Jalan Trans Barelang. Foto: batampos.co.id/Dalil Harahap

”Maka dari itu, kami desak segera penentuan batasnya jauh-jauh hari, tak bisa mepet
saat penertiban,” imbuhnya.

Tidak hanya lokasi ini, harapan serupa juga akan berlaku untuk lokasi lain, seperti pe-
nataan Simpang Basecamp.

Umumnya, semua lokasi yang akan dikembangkan butuh penertiban. Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Yumasnur, mengatakan tahun 2020 ini, Pemko Batam bakal melebarkan sejumlah simpang.

Rata-rata simpang tersebut ke arah Batuaji dan Sagulung. Simpang tersebut di antaranya Simpang Barelang, Simpang Basecamp, Simpang Fanindo dan pelebaran lanjutan depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji.

”Kami tahun ini ada penataan simpang,” kata Yumasnur, belum lama ini.

Ia mengatakan, proyek ini seiring proyek peningkatan jalan yang sudah diprogramkan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

”Jadi, bisa dimulai dari simpang-simpangnya dulu,” ujar dia.

Ia menyebutkan, tidak lupa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik utilitas yang terdampak penataan simpang ini, baik badan usaha milik pemerintah seperti PLN maupun milik pemerintah sendiri.

”Kalau ini pasti kami koordinasikan,” tambah dia.

Jalan menuju Batuaji dan Sagulung memang kerap macet. Terutama, saat jam sibuk baik pagi dan sore.

Hal ini disebut-sebut karena belum meratanya pelebaran yang dilakukan Pemko Batam.

”Jadi yang dari Batam Center kan lancar tuh, tapi menumpuk di daerah Batuaji. Pernah saya pulang macet panjang dari Bukit Daeng ke Simpang Barelang,” kata seorang warga, Yulianti, belum lama ini.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pelebaran jalan akan selesai pada 2025 mendatang.

”Tahun 2025 akan tuntas,” ucap Rudi.(iza)

Update