batampos.co.id – Dua pasien positif virus Korona jenis baru di Indonesia yakni ibu dan anak, saat ini sudah memasuki hari kelima perawatan di RSPI Sulianti Saroso. Warga Depok itu dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 pada 1 Maret 2020. Sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mereka segera dipulangkan dari rumah sakit jika dalam 5 hari perawatan membaik dan hasil tes laboratoriumnya menunjukkan negatif virus Korona.
Setelah 5 hari juga akan diadakan pemeriksaan lanjutan 2 hari kemudian untuk diperiksa lagi. Jika dua kali hasilnya negatif, maka pasien 1 dan pasien 2 dinyatakan sembuh. Karena itu Kementerian Kesehatan masih akan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan spesimen pasien 1 dan 2 dari laboratorium.
“Kasus 1 dan kasus 2 setelah pemeriksaan hari kelima jika nanti sore hasil pemeriksaan keluar dan hasilnya negatif, maka akan dites lagi 2 hari kemudian. Dan, jika dinyatakan negatif, artinya sudah sembuh,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Istana Negara, Jumat (6/3).
Kondisi secara umum, keduanya tidak membutuhkan infus, oksigen, dan tidak mengalami sesak napas sejak dirawat. Keduanya juga tak lagi demam.
“Khusus 2 orang ini kondisinya baik, tak ada keluhan sama sekali, batuk jarang-jarang. Panas enggak. Sesak tidak,” ujarnya. Keduanya juga hanya butuh satu ruang isolasi dan semakin membaik.
Sementara itu, Kemenkes melakukan pelacakan terhadap 4 orang yang berdansa bersama pasien 1 serta WN Jepang serta tamu dansa lainnya. Keempatnya sedang diisolasi.
“Kita lakukan tracking saat ini observasi 4 orang suspect Korona. Hasil laboratorium diharapkan nanti sore keluar. Sudah ambil spesimennya. Dan begitu juga bersamaan dengan kasus 1 dan 2, semoga selesai nanti sore,” kata Yurianto.
Yurianto menegaskan dua pasien positif jika nanti dinyatakan sembuh, menjadi bagian dari 55 ribu pasien lainnya di dunia yang sudah sembuh dan dipulangkan. Artinya kasus kesembuhan lebih besar daripada kematiannya yang hanya 2-3 persen.
“Apakah kalau sudah sembuh bisa sakit lagi? Ya, bisa saja kalau tertular lagi. Tapi 55 ribu lainnya sudah dinyatakan sembuh, artinya penyakit ini bisa disembuhkan sepertu influenza pada umumnya,” imbuh Yurianto.(jpg)
