batampos.co.id – Sekitar pukul 20.00 WIB tadi malam atau 16.00 waktu Makkah kemarin, beredar foto-foto yang menunjukkan pelataran Ka’bah (mataaf) kosong. Tak ada seorang pun yang melakukan ibadah tawaf. Spekulasi pun bermunculan. Ada yang mengaitkannya dengan virus korona.
Pengosongan mataaf memang merupakan sesuatu yang langka. Kali terakhir dilakukan pada 1979. Penyebabnya saat itu adalah pemberontakan berdarah. Pada 1941, pelataran Kakbah juga pernah dikosongkan karena banjir. Banjir yang tinggi membuat tawaf tidak bisa dilakukan.
Namun, pengosongan pelataran Kakbah kemarin dilakukan hanya untuk pembersihan. Dua jam sekali pelataran dibersihkan. Karena itu, tidak ada jamaah yang melakukan tawaf. Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali membenarkan bahwa ada sterilisasi mataaf. ’’Itu lagi ta’qim atau sterilisasi di lantai bawah,’’ katanya tadi malam.
Untuk sementara, lantai bawah tidak bisa digunakan jamaah untuk tawaf atau salat. Dia menjelaskan, sterilisasi itu merupakan salah satu langkah Saudi untuk mengantisipasi persebaran virus korona. Sterilisasi memakan waktu dua sampai empat jam.
Sementara itu, merujuk kalender Hijriah pemerintah Arab Saudi, musim umrah 1441 H tersisa tiga bulan lagi. Setelah itu, umrah ditutup karena masuk musim haji. Endang Jumali menuturkan, hingga kemarin belum ada kepastian apakah penerbangan umrah dibuka kembali atau tidak. Seharian kemarin beredar dua kabar yang sempat viral. Pertama, pelaksanaan haji 2020 ditutup. Kedua, kabar jamaah umrah diminta meninggalkan Arab Saudi dalam tempo tiga hari terhitung sejak 5 Maret.
Untuk memastikan kabar tersebut, Endang menghubungi Direktur Urusan Travel Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Abdurrahman Al Segaf. ’’(Abdurrahman Al Segaf, Red) menyebutkan bahwa berita tentang diharuskannya jamaah umrah meninggalkan Arab Saudi dalam waktu tiga hari itu tidak benar,’’ tutur Endang. Dia mengatakan, jamaah umrah asal Indonesia maupun negara lain tetap diperbolehkan menjalankan ibadah umrah sampai habis masa paket perjalanan mereka. Jamaah asal Indonesia paling lama tinggal di Saudi hingga 15 Maret. Endang mengatakan, pemulangan jamaah umrah berjalan normal.
Selanjutnya, kabar bahwa perjalanan umrah ditutup selama satu tahun sepanjang 2020 juga tidak benar. Sampai kemarin penerbangan kedatangan jamaah umrah memang dihentikan sementara.
Sementara itu, Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Noer Aliya Fitra mengatakan, setiap hari ada penerbangan kepulangan jamaah umrah Indonesia dari Saudi. Terhitung sejak 4 Maret, jumlah jamaah umrah di Indonesia mencapai 18.589 orang. Penerbangan pemulangan paling akhir 15 Maret. Itu dengan catatan pemerintah Saudi tidak membuka kembali penerbangan kedatangan umrah.
Kedatangan paling banyak terjadi pada 4 Maret lalu sejumlah 4.763 orang. Kemudian, hari ini (6/3) dijadwalkan ada 1.931 jamaah umrah Indonesia yang pulang ke tanah air. Selanjutnya, besok (7/3) ada 2.479 jamaah umrah dipulangkan ke tanah air. Lantas, di hari terakhir pemulangan jamaah umrah ada 88 orang.
Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengingatkan travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) supaya tetap konsisten dengan kontrak pelayanannya. PPIU juga diminta tetap menjaga jamaah dari potensi gangguan. Kepada keluarga jamaah umrah di tanah air, Nafit meminta tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar-kabar yang tidak benar.(jpg)
