batampos.co.id – Dam Duriangkang yang merupakan tulang punggung ketersediaan air di Pulau Batam, kini hampir berada di batas maksimum penyusutan karena hujan yang tak kunjung turun hingga awal Maret ini. Selain itu, peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Sekupang dan Tiban pada Senin (2/3) lalu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

Mengingat betapa krusialnya dam dalam menopang keberlangsungan kehidupan di Batam, BP Batam berencana untuk menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujan, untuk meredakan kekeringan yang melanda Batam.

“Salat ini kami selenggarakan sebagai bentuk pengharapan dan doa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan di Batam. Mengingat kondisi dam-dam sudah berada di titik kritis,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar.

Dendi menerangkan Salat Istisqa akan dilaksanakan pada Jumat (6/3) di halaman parkir BP Batam.

“Salat Istisqa akan kita mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Ibadah ini juga terbuka untuk umum. Seluruh masyarakat muslim yang bermukim di sekitar Batam Center kami undang dengan tangan terbuka untuk bersama-sama melaksanakan shalat ini di pelataran parkir BP Batam,” tutup Dendi. (leo)