batampos.co.id – Hasil uji laboratorium dahak 15 warga Batam yang pernah kontak
langsung dengan dua pasien baru corona di Singapura (case 103 dan 104) saat berada
tiga hari di Batam, dinyatakan negatif terpapar virus corona atau Covid-19.
Meski begitu, mereka tetap harus menjalani masa karantina hingga 14 hari di Asrama Haji Batam.
“Iya, semua tidak ada yang positif (terpapar virus corona,red). Kami sangat bersyukur
dengan hasil lab ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (6/3/2020).
Didi menjelaskan, karantina masih tetap wajib mereka jalankan, meski hasil ujillab negatif karena masa inkubasi virus tersebut berkisar dua pekan atau 14 hari.
“Makanya, proses pemantauan itu kurang lebih dua minggu juga. Jadi, mereka tetap kami
awasi hingga batas waktu tersebut berakhir,” ujarnya.
Mengenai hasil uji lab 33 WNI lainnya yang pernah berhubungan dengan Als, WN Singapura yang meninggal dan dimakamkan di Batam karena dicurigai menderita Covid-19?

Didi menyebutkan belum keluar. Namun, ia memastikan kondisi 33 orang yang dalam pengawasan (ODP) tersebut sehat. Tidak ada yang menunjukkan gejala Covid-19.
“Kami berharap hasilnya sama (negatif corona, red). Jadi, mereka tidak khawatir lagi mengenai kondisi mereka. Walaupun hingga kini tidak ada yang mencurigakan dari situasi dan kondisi tubuh mereka,” jelasnya.
Mengingat penularan Covid-19 bisa terjadi kapan saja, warga diminta tetap menjalankan perilaku hidup sehat.
Seperti menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan dan langkah pencegahan
lainnya.
“Jaga kesehatan dan jika ada keluhan segera menghubungi dokter,” kata Didi.
Untuk menghadapi situasi seperti ini, lanjut Didi, pemerintah pusat mulai merenovasi rumah sakit (RS) di bekas pengungsian Vietnam di Galang, untuk dijadikan rumah sakit khusus penyakit corona dan menular lainnya.
Proses peningkatan fasilitas ini akan berlangsung dalam waktu satu bulan ke depan. Menurutnya, sebagai pintu masuk wisatawan dari berbagai negara, keberadaan rumah sakit seperti ini sangat dibutuhkan.
Juga banyak pekerja asing yang keluar masuk dari berbagai negara ke Batam. Sehingga, jika ada yang dicurigai terpapar Covid-19, bisa cepat ditangani.
“Kalau ada rumah sakit khusus lebih cepat penanganan. Nanti jelas pasien mau dirawat
dimana dan tentu fasilitasnya lebih baik,” terangnya.(yui/leo)
