batampos.co.id – Rumah Sakit (RS) khusus perawatan infeksi Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Kepri akan mulai dibangun oleh Kementerian PUPR pada pekan depan.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menegaskan, bahwa pihaknya mendapatkan tugas dari Presiden untuk membangun RS Khusus di Pulau Galang dengan target penyelesaian
kurang dari 1 bulan.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah mulai. Kira-kira Senin (9/3/2020),” kata Dirjen
Cipta Karya PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga, pada Jawa Pos (grup Batam Pos), Jumat (6/3/2020).
Danis mengatakan, saat ini tim Cipta Karya tengah merancang desain rumah sakit kilat tersebut meliputi dimensi, tata ruangan dan penentuan lokasi.
Mulai hari Senin depan, akan dilakukan land clearing, pengerukan, serta persiapan lahan lain sebelum fondasi rumah sakit mulai diletakkan.
Danis menjelaskan, pembangunan akan dilakukan dengan menunjuk sebuah kontraktor swasta. Namun hingga saat ini Cipta Karya belum menentukan.

“Yang jelas BUMN, akan dilakukan dengan skema penunjukan langsung,” jelasnya.
Selain itu, menurut Danis, biaya total pengerjaan juga belum diketahui karena sifat proyek yang mendadak dan tidak ada dalam program PUPR.
Untuk mencapai teknik pengerjaan paling cepat, rumah sakit akan dibangun dengan material yang hampir seluruhnya pra cetak (pre-cast) seperti fondasi, pilar, atap, dan panel dinding.
“Saat ini kami coba untuk inventarisir material pre-cast yang sudah siap digunakan. Kami cari dari berbagai daerah. Dari Jabodetabek, dari Batam, dan sebagainya,” katanya.
Dengan cara ini, Danis berharap pengadaan bahan pre-cast bisa dilakukan lebih cepat. Material-material tersebut nantinya akan diangkut ke Pulau Galang untuk kemudian di susun di lokasi menjadi sebuah rumah sakit kilat.
RS Pulau Galang, kata Danis, nantinya akan memiliki kapasitas total 1.000 tempat tidur. Sekitar 50 kamar akan didesain untuk isolasi, sedangkan sisanya untuk observasi pasien suspect corona.
Mengenai pekerjaan, sebelumnya dikabarkan bahwa Kementerian PUPR akan dibantu oleh prajurit Zeni TNI AD. Namun Danis menyebut pihaknya belum memutuskan.
“Masih dilihat dulu, kalau nanti memang dibutuhkan (bantuan dari Zeni, red) pasti kami akan koordinasi dengan TNI,” jelasnya.(yui/leo/jpg)
