batampos.co.id – Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, jika air baku terus menyusut, ATB akan melakukan penghematan air.
Maka instalasi pengolahan air (IPA) Duriangkang akan dimatikan dalam waktu tertentu. Dengan kata lain, dilakukan rationing atau penggiliran suplai air.
Rencananya akan dimulai pada Minggu (15/3/2020) mendatang. Maria kembali menegaskan, jika elevasi air di Dam Duriangkang menyentuh minus 3,4 meter di bawah spillway, maka suplai air ke 235 ribu pelanggan benar-benar akan terganggu.
Tidak hanya pelanggan rumah tangga, namun juga pelanggan industri dan
bisnis.
“Mari kita bersama-sama peduli dengan kelangsungan air kita di masa depan dengan
menghemat penggunaan air. Gunakan air seperlunya,” ujarnya.
“Kita juga berharap segera ada tambahan sumber air baku baru,” imbuhnya.

Sementara itu, penyusutan volume air baku di Dam Duriangkang telah mencapai minus 3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah.
“Skenario rationing 2-5. Artinya, operasional di Dam Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan beroperasi seperti biasa selama lima hari dalam seminggu,” jelasnya.
Program penggiliran ini akan berdampak kepada sekitar 228.900 pelanggan yang dilayani melalui dam tersebut.
Rinciannya, 196 ribu pelanggan domestik, 2.900 pelanggan industri, dan 30 ribu pelanggan komersil.
Daerah yang akan terdampak penggiliran meliputi Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya.
Pelanggan akan mengalami pemulihan suplai setelah IPA kembali beroperasi. Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan suplai air pasca penggiliran sangat tergantung kepada perilaku konsumen.
ATB berharap, konsumen yang ada di area hulu dan berdekatan dengan IPA lebih bertole-
ransi, agar pengguna yang berada di ujung pipa atau tempat yang tinggi dapat se-
gera mendapat aliran air setelah penggiliran selesai.
“Toleransi saat penggiliran sangat diperlukan, agar pelanggan yang di ujung suplai tetap bisa menikmati aliran air,” harap Maria.
Menurut estimasi, sebagian pelanggan akan kembali mendapatkan aliran air dalam
24 hingga 79 jam setelah terjadi penggiliran.
“Jika tidak dilakukan penggiliran, menurut perhitungan kami, air di Dam Duriangkang akan mencapai batas minimum pada 13 Juni 2020,” lanjut Maria.
Dengan dilakukannya penggiliran ini, maka diharapkan akan memperpanjang umur
Dam Duriangkang selama 23 hari.(leo)
