batampos.co.id – Pembongkaran dan pemagaran kios di area Pasar Induk Jodoh mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan, Selasa (10/3/2020).

Para pemilik kios menolak digusur dan melakukan perlawanan. Baku hantam antara petugas keamanan dan pedagang tidak terhindarkan.

Kadisperindag Batam, Gustian Riau. mengtaakan, seharusnya tidak satu pun orang yang masuk ke dalam lokasi pasar induk.

“Ini dalam tahapan pembangunan. Tapi ternyata dalam rentan waktu ini hampir 200 orang menempati bangunan pasar induk dan beberapa kios telah dibangun, ” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi tersebut harus bebas dari aktifitas apa pun dan pihaknya berencana memagari area Pasar Induk.

Langkah pendekatan lanjutnya sudah dilakukan dengan memberikan surat pemberitahuan akan ada pemagaran, namun di tolak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kepala seksi (Kasi) Trantib Satpol PP Pemko Batam, Imam Tohari, mengatakan, dua minggu lalu pihaknya telah mendata siapa saja penghuni di dalam Pasar Induk.

Pemasangan pagar beton di Pasar Induk, Jodoh. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“dari pendataan kita dapatkan jika yang menempati adalah warga ruli di belakang Pasar Induk korban tanah longsor beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Menurutnya, kios-kios tersebut ditempati beberapa pedagang dan diperjualbelikan oknum yang tidak bertanggungjawab Rp 2,5 juta hingga Rp 7 juta.

“Sebab ini aset Pemko Batam dan akan dibangun untuk para pedagang maka area Pasar Induk harus steril dan makanya dilakukan pemagaran dengan beton,” ucapnya.

Namun, pihaknya juga memberikan akses sedikit ruas jalan yang nanti digunakan pedagang.

Perihal warga yang menempati area Pasar Induk ia mengaku sudah berupaya untuk membahas persoalan ini dengan warga sudah lakukan namun ditolak.

“Pengawasan kedepannya, akan berpatroli sesuai dengan arahan dari Disperindag dan Pemko Batam karena sudah dipagar otomatis tidak boleh masuk dan tidak ada aktifitas didalamnnya,” tutupnya.

Empat Personel Satpol 4 Terluka

Kasi Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, menjelaskan, empat personelnya mengalami luka-luka akibat dilempar batu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sekarang mereka (Personel Satpol PP) di RSBP,” jelasnya.

Kata dia, hingga saat ini pihaknya para personelnya tersebut masih mendapatkan perawatan.

Ia menceritakan, pelemparan batu terjadi saat personel Satpol PP sedang mengeluarkan barang-barang milik penghuni kios.

“Saat anggota membantu mengeluarkan barang-barang tiba-tiba ada yang melempar batu,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut empat personel Satpol PP mengalami luka di kepala. Saat ini lanjutnya Satpol PP bersama personel pengamanan masih melakukan pengawasan di loaksi.(zis)