batampos.co.id – Keris Kyai Nogo Siluman, senjata Pangeran Diponegoro, resmi kembali ke tanah air. Penyerahan secara simbolis berlangsung dalam rangkaian kunjungan kenegaraan raja dan ratu Belanda ke Indonesia.
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti tiba di Indonesia Senin (9/3). Lalu, Selasa (10/3) keduanya diterima Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Istana Bogor.
Sementara itu, keris Kyai Nogo Siluman yang digunakan dalam Perang Jawa (1825–1830) telah berada di Indonesia sejak 5 Maret lalu. Keris itu dibawa Dubes Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja dan disimpan di Museum Nasional. Kemarin keris tersebut dibawa ke Istana Bogor untuk dipamerkan secara simbolis. Senjata tersebut dikeluarkan dari warangka-nya dan dipajang dalam kotak kaca.
Senjata keris itu tergambar dalam lukisan Basoeki Abdullah berjudul Diponegoro Memimpin Pertempuran. Keris Kyai Nogo Siluman memiliki lima ukiran berwarna emas di sepertiga bagiannya. Terdapat ukiran kepala naga berwarna emas di salah satu sisi pangkalnya.
Pada kesempatan itu, Raja Willem menyampaikan penegasan bahwa Belanda telah mengakui kemerdekaan Indonesia secara politik dan moral. Dia juga sempat membahas hal-hal yang terjadi pascaproklamasi kemerdekaan. Dia menyebutnya sebagai perpisahan yang menyakitkan yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Oleh Indonesia, itu dikenal sebagai agresi militer Belanda.
’’Saya ingin menyampaikan penyesalan saya dan permohonan maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari pihak Belanda pada tahun-tahun tersebut,’’ ujar Willem.
Senada, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa sejarah mustahil untuk dihapus. ’’Namun, kita dapat belajar dari masa lalu,’’ ujarnya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan, sekitar 185 delegasi bisnis Belanda turut serta dalam rom-bongan raja Belanda. Saat raja berkunjung ke Jogja, para pebisnis itu akan bertemu kolega masing-masing di Indonesia. ’’Business deal yang tercapai selama kunjungan besarnya sekitar USD 1 miliar,’’ ungkapnya.(jpg)
