batampos.co.id – Seorang oknum anggota TNI Letda DS, didakwa melakukan tindakan asusila sesama jenis dengan 3 pria berbeda. Perbuatan perwira TNI AD jebolan Akmil Magelang, Jateng ini, terungkap dalam sidang yang digelar Pengadilan Milliter III-14 Denpasar. Sidang sendiri dipimpin majelis hakim yang diketuai Letkol Chk Roni Suryandoko, bersama hakim anggota Letkol Chk Adfan Hendrarto dan Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya.

Dalam persidangan tersebut, oditur menjelaskan jika perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 281 ke-1 KUHP dan 103 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Militer.

“Bahwa terdakwa pada 18 Oktober 2017 dan pada Oktober 2018 atau setidak-tidaknya pada tahun 2017 dan 2018 di sebuah penginapan di wilayah Canggu, Badung, di sebuah hotel wilayah Seminyak, Kuta, dan Hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar atau setidaknya wilayah hukum melakukan tindak pidana barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan,” kata Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi, saat membacakan dakwaan alternatif pertama, di Denpasar, Rabu (11/3).

Ihwal dugaan perbuatan asusila yang dilakukan DS, bermula dari perkenalan DS dengan saksi 1 berinisial R melalui Instagram pada September 2017. Dari perkenalan tersebut, DS kemudian melancarkan aksinya hingga berujung “ngamar” di salah satu hote di Denpasar.

Tak hanya itu, Oditur Putu juga mengungkapkan jika sarjana psikologi tersebut mengulang perbuatan yang sama dengan pria berbeda berinisial A, di penginapan wilayah Canggu, Badung, Bali. Tak puas dengan perbuatannya, terdakwa DS, imbuh Oditur, juga melakukan perbuatan yang sama dengan seseorang mahasiswa di daerah Seminyak Badung, Bali.

Menanggapi dakwaan tersebut, kuasa hukum terdakwa langsung menyanggahnya dengan membacakan eksepsi. Dalam eksepsinya, penasihat hukum terdakwa, Indra Putra mengatakan, Pasal 281 ke-1 KUHP yang dituduhkan kepada terdakwa tidak tepat.

“Pasal tersebut berbunyi barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan. Bahwa menurut kesusilaan yang dimaksud adalah setiap tempat yang dapat dilihat oleh orang banyak misalnya di pinggir jalan, di gedung bioskop, dan seterusnya. Sehingga, kamar hotel yang dijadikan tempat kejadian perkara (TKP) bukanlah tempat yang memenuhi syarat sebagai tepat terbuka,” katanya.

Selain itu, Indra juga mengatakan, selama terdakwa bertugas di Kodam IX Udayana sampai dengan adanya perkara ini, telah melakukan tugas dengan baik dan memiliki kinerja baik.

Oleh karena itu, Indra meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukuman. Di lain pihak, menanggapi eksepsi terdakwa, Oditur akan menjawabnya pada sidang lanjutan yang akan digelar pasa Jumat (13/3) mendatang.(antara)